STIE Mitra Indonesia Racing Team, Akan Gelar Latber ‘Taken Guru’, Seperti Apa Ya?….

latber terbatas dan ketat prokes ini aturannya

stangstir.com-Kabar anyar nih terkait latihan bersama (latber) sprint rally yang kabarnya akan digelar pada Minggu 10 Oktober 2021 nanti. Yakni latber yang difasilitasi oleh STIE Mitra Indonesia Racing Team, Mitra Desa Indonesia dan Karang Taruna Tambakredjo, Sleman. Dimana dulu di situ adalah lokasi bekas sirkuit Tambakredjo Sleman.

Agus Ambaryanto dari STIE Mitra Indonesia bilang, bahwa acara latber itu just hanya latber, bukan event sprint rally.  “Hanya latihan bersama. Kami hanya memfasilitasi saja, kolaborasi dengan Mitra Desa Indonesia dan Karang Taruna Tambakredjo, Sleman. Temanya latber itu saya sebutnya Taken Guru itu maksudnya Tamba Kangen Guyub Rukun saja,” buka Gambir Dirga, sapaannya.

Pria ramah ini menginformasikan bahwa adanya latber tersebut berawal dari usulan rekan Gambir, yakni Ari Harco dan Janto Datsun.  Selanjutnya ada Ardian dari JCC dan Inung Nf yang ikut mensupport.  Intinya usulan tadi merujuk pada kegiatan latber tersebut.  Namun demikian seperti disinggung diatas. acara ini hanya sarana latihanbersama  saja. Yang disupport oleh STIE Mitra Indonesia Racing Team .

“Jadi singkatnya tak ada biaya pendaftaran alias gratis. Tak ada hadiah pemenang, kan ini bukan event ya. Dan  peseta latber diminta menjaga keamananya masing-masing. Oya makan siang kami sediakan buat driver dan co-driver,” lanjut Gambir yakin.

Buat tau aja, kegiatan ini imbas karena efek pandemi covid-19 yang melanda tanah air. Yang membuat kegiatan event Jogja Sprint Rally yang pernah diselenggarakan pihak oleh STIE Mitra Indonesia Racing Team  di tahun 2020 silam, akhirnya hanya terlaksana sekali dari 3 seri yang direncanakan. Alhasil memang eventnya belum tergelar lagi. Katanya lagi, ada kemungkinan nanti di tahun 2022 event tersebut baru akan tergelar kembali. Selain itu kegiatan latber ini diharapkan menjadi sebuah sarana Tombo Kange penyuka sprint rally sekaligus manasin mobil rally mereka. Maklum lama parkir di garasi pun bengkel.

Nah karena masih dimasa pandemi, adanya aturan PPKM berlevel itu, membuat peserta latber dibatasi. “Hanya 35 mobil saja dan itu kuotanya sudah mencukupi. Artinya ya hanya sejumlah tersebut. Ini kaitannya dengan hal lain selain aturan PPKM itu. Dimana prokes ketat akan diterapkan,” yakin Gambir lagi sembari membeberkan sejumlah aturan yang mesti ditaati untuk kegiatan latber tersebut. Simak ya kelanjutannya… admin