Kisah Den Bagoes Ikutan Display Di Kustomfest 2020 #Unrestricted…

den bagus

stangstir.com-Namanya Den Bagoes. Konon nama tersebut pemberian dari Denis Herlina, sang dokter gigi yang juga nyonya dari Widada. Seorang warga Karangmojo Wonosari Gunung Kidul. Kembali ke Den Bagoes, buat paham nih. Yang dimaksud bukan Den Bagoese Ngarso secara harfiah .Namun nama untuk motor custom style Chopper berbasis Suzuki Thunder 250 lansiran 2006, yang simpel, memikat sekaligus ‘tengil’.. Hehehe…

“Nama tersebut dari isitri saya. Diberi nama Den Bagoes . Idenya dari Den BagoeseNgarso. Seorang sosok ngetop yang tengil, nyenyengit tapi menghibur,” bilang Pakde Dhox, nama kondang Widada sambil ngakak.

awalnay dari sket ini

Singkat cerita Den Bagoes adalah unit motor yang ikut mejeng di gelaran Kustomfest 2020  #Unrestricted yang digeber di Jogja Nasional Museum (15-31 Desember 2020 nanti.

dan seonggok mesin ini ditambah gabut wfh

Proses pengerjaan motor diakui Pakde Dhox selama 6 bulan. “Awalnya akibat gabut karena saya harus WFH selama pandemi dirumah. Makanya saya terus coba ujudkan Den Bagoes. Kebetulan ada 1 unit mesin GSX250 (Thunder250).  Lalu saya ajak beberapa teman untuk gotong royong build Den Bagoes,” papar pria yang belakangan doyan restorasi motor 2 tak langka.

den bagoes, detilnya mampir ksutomfest 2020 ya

Selanjutnya proses berjalan. Desain diwujudkan lebih dahulu. Dan diteruskan ke Sio Rocktro Custom. “Saya hanya ngarahin saja. Frame rangka,  springer sebagai penopang kaki depan,  lengkap velg invader semua dia yang bikin. Arah konsepnya sesuai desain, minimalis klimis. Satu lagi enggak semua lho pakai barang baru. Ada juga yang pakai barang bekas,” bangga Pakde lagi.

Karena arahnya simpel, area kemudi clean tanpa handel. betotan gas pake inner thortle. Oya Velg invader itu dari barang bekas copotan. Yakni velg bekas Suzuki TS ring 21 yang depan yang di custom,  yang belakang eks Yamaha Scorpio ring 18.

warna cat maunya nyonyah nih

“Tangki, jok spakbor knalpot dan lainnya  saya bikin. Lalu pilih  warna Burgundy dan motif Flame Pink Silver sesuai maunya istri, “ terang Pakde lagi sambil sebut pengecatan airbrush by Fanny fast kastem di bantul

Ngomong-ngomong, bagaimana akhirnya sampai ke Kustomfest2020 ya. Padahal awalnya kan enggak kepikiran ke sana?.  

saat menuju kustomfest

Konon awalnya enggak kepikiran Kustomfest. Lalu voba kirim foto dan video. sebagai proses seleksi dan eh tembus. Dan akhirnya kirim ke sana buat di display.

“Harapannya sekedar berperan serta saja mas di event Kustomfest dan membuktikan di masa pandemi tetap bisa menghasilkan karya,” tutup Pakde Dhox, yang menambahlan bahwa dirinya belum tentu bisa datang ke Jogja Nasional Museum. Dikarenakan ada larangan yang berusia dibawah 13 tahun dilarang masuk lokasi, Padahal putranya pengen banget mantau karya ayahnya. Ya maklum masih pandemi.

ikut didisplay di kustomfest2020

Oh begitu mantap lah….-admin/dokDhoxgarage-