Program Bathine Poool Disuguhkan Oleh Astra Motor Yogyakarta, Spesial Buat Masyarakat Kedu dan Banyumas

Program Bathine Poool Disuguhkan Oleh Astra Motor Yogyakarta, Spesial untuk Masyarakat Kedu dan Banyumas

Yogyakarta, stangstir.com – Program bertajuk “Bathine Poool” dihadirkan oleh Astra Motor Yogyakarta bersama dengan jaringan dealer Honda dan perusahaan pembiayaan dalam rangka menutup kuartal III tahun 2020.

Program ini berlaku di seluruh jaringan Dealer Honda yang tersebar di 9 kota yaitu Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, dan Banjarnegara hingga tanggal 30 September 2020 ini. 

“Program ini kami hadirkan spesial untuk masyarakat di wilayah Kedu dan Banyumas. Melalui program ini, kami berharap konsumen bisa lebih mudah untuk mendapatkan sepeda motor Honda impiannya. Salah satunya dengan meringankan uang muka yang harus dibayarkan konsumen saat membeli sepeda motor.” ungkap Thomas Pradu Eka Putra selaku Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta. 

Diantaranya pada  wilayah Kedu, Honda BeAT series dapat dibawa pulang dengan uang muka mulai dari  Rp 2,7 juta, Honda Vario series mulai dari Rp 3,4 juta, dan Honda PCX series mulai dari Rp 4,8 juta.

Lantas Di wilayah Banyumas, masyarakat bisa meminang Honda BeAT series dengan uang muka mulai dari Rp 2,65 juta, Honda Vario series mulai dari Rp 3,25 juta rupiah, dan Honda PCX series mulai dari RP 4,8 juta. 

Spesial untuk pembelian Honda PCX series melalui lembaga pembiayaan FIF ASTRA, konsumen juga otomatis ikut serta dalam program Oli Motor Gratis (OMG) setahun. Melalui program ini konsumen berhak mendapatkan oli gratis untuk perawatan berkala hingga satu tahun setelah pembelian. Oli gratis ini dapat diperoleh saat melakukan perawatan berkala ke-2 dan ke-3 di seluruh AHASS yang tersebar di wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas. 

“Bersama seluruh jaringan Honda, kami selalu berupaya menghadirkan layanan dan program untuk konsumen setia. Semoga program ini dapat dinikmati dan dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat di wilayah Kedu dan Banyumas” tutup Thomas Pradu Eka Putra.  -admin/dok-