Beasiswa Safety Riding Buat Siswa SMK Diserahkan Astra Motor Yogyakarta

Yogyakarta, stangstir.com – semangat #Cari_Aman saat berkendara di jalan raya sepertinya selalu digaungkan secara konsisten oleh  Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas secara. Salah satunya melalui edukasi dan apresiasi bagi siswa baru setingkat SMA/SMK. 

Hal tersebut diungkapkan Thomas Pradu Eka Putra, selaku Marketing Region Head Astra Motor Yogyakarta  melalui siaran persnya.

 “Tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang spesial bagi siswa/siswi baru. Teman baru, lingkungan baru, serta ekosistem pembelajaran baru kami rasa bisa menjadi momen yang tepat untuk memberikan pondasi mengenai pentingnya perilaku aman berkendara di jalan raya,” ungkap Thomas Pradu Eka Putra, selaku Marketing Region Head Astra Motor Yogyakarta

Singkatnya program beasiswa safety riding, dilaksanakan oleh Astra Motor bekerja sama dengan SMK Maarif 1 Wates dan SMK Manggala Tama Binangun Cilacap. Tentunya penyaluran beasiswa tersebut melalui proses.  mulai dari program edukasi safety riding oleh guru-guru yang telah mendapatkan pelatihan dari instruktur Astra Motor Yogyakarta. Yang kemudian dilanjutkan dengan ujian teori yang dilaksanakan oleh tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta. Program ini diberikan beasiswa selama 3 bulan bagi siswa baru kelas X dengan kuota 10 siswa di SMK Maarif 1 Wates dan 6 siswa di SMK Manggala Tama Binangun Cilacap. 

Seluruh penerima beasiswa safety riding ini akan mendapatkan pelatihan safety riding yang lebih intens dari Astra Motor Yogyakarta. Di tahun kedua masa pendidikannya di SMK, diproyeksikan penerima beasiswa ini akan menjadi taskforce untuk mengkampanyekan kesadaran perilaku aman berkendara di sekolah masing-masing. 

Buat tau juga, sepanjang bulan Agustus 2020, Astra Motor Yogyakarta masih belum mengaktifkan kembali pelatihan safety riding dengan metode praktek. Hal tersebut dilaksanakan untuk mendukung kebijakan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menetapkan masa darurat COVID-19 hingga tanggal 31 Agustus 2020. Meskipun demikian, proses edukasi tetap berjalan dengan menggunakan media digital. 

“Keterbatasan akibat pandemi COVID-19 tentu menjadi tantangan bagi kita bersama. Namun hal itu harus disikapi dengan bijak dalam era adaptasi kebiasaan baru. Sejak pekan pertama hingga pekan keempat bulan Agustus ini kami telah membuka beberapa kelas online. Tercatat ada 389 peserta yang berasal dari kalangan pelajar dan komunitas motor Honda telah bergabung dengan kelas kami”. tutup Thomas Pradu Eka Putra.  -pr/admin/dok-