Duet DT (Didot Toegi) Denato Motor, Soal Layanan Tak Kalah Dengan Bengkel Resmi…

kanan kru denanto, toegi (tenagh), didot (kanan), saiap garap order injeksi or karburator

stangstir.com-Sebagai mekanik, walah tampilannya santai. Bersahaja, cuma pake kaos oblong, celana pendek dan sendal jepit. Namun kalau soal kasih layanan buat konsumen, mungkin bolehlah diadu dengan bengkel resmi. Begitu ya, hehehe…

Tak kasih tau mereka ini adalah punggawa Denato Motor yang bermarkas di jalan IR Sutami 56, Jebres Solo.  Nama Denato, adalah sepenggal nama dari Totok Didot Denato. Dia ini pembalap grasstrack juga pelaku motocross. Eh dia juga pelaku trial game dirt. Namun katanya, dia vakum sejak 2018 lalu.  Walau vakum pastinya udah pernah lah kail prestasi.

Nah semenjak vakum itu, dia ternyata sibuk bro. Yakni urus bengkel motor. “Ya betul. Saya fokus di bengkel,” buka Didot.

Didot lalu berceloteh bahwa Denato Motor udah lama dirintis. Yaitu sejak dia masih eksis gaspol garuk tanah, sejak 2014 silam. “Dulu saya tinggal atau dikelola orang. nah 2016 baru saya ikut kelola,” sambung Didot.

tampilan mah bukan kaya pebengke atpm, tapi soal layanan boleh diandingkan

Walau dia adalah tracker, layanan bengkel di Denato Motor tak melulu motor buat garuk tanah. Malah motor harian atau umum. Yang asik pula, di bengkelnya tampak peralatannya komplit. Termasuk peralatan buat cek up atau tune up motor injeksi. Ini Disadari Didot bahwa eranya motor harian saat ini adalah motor injeksi. Jadi dia invest atau punya peralatan scanner buat motor juga peralatan buat bersihkan ruang bakar mesin motor injeksi.

Konon karena komplit ala bengkel ATPM itu, tak heran dia sering dapat order limpahan injektor dari bengkel lain. Nah order begitu dikerjakan langsung oleh Didot.

“Kalau ordernya saat ini banyak motor matik. Saya pernah dapat order N-Max yang minta reset ulang ecu nya.  Kalau gak salah hapus kerusakan. Mungkin itu motor pernah jatuh. Ya saya garap lah,” senyum  Didot

Selain Didot ada  satu sosok lain yang stangstir.com kenal lama. Lama tak bersua eh dia ternyata di Denato motor. Dia kebagian pegang motor yang masih berteknologi karburator. Yup dia adalah Toegi, komplitnya Toegi Nambe Wan. Hehehe…

Sepengetahuan stangstir.com, Toegi piawai garap motor trail macam Suzuki TS, atau KLX. Juga motor lain yang masih gunakan karburator.

Nah bila ditanya soal garap Suzuki TS 125, wah dia biasa. termasuk kalau omong soal budget yang digunakan buat restorasi Suzuki TS 125 itu. Katanya, sampean mesti siap dana kisaran Rp 15 jeti s/d Rp 20 jeti. Bial ingin TS sampean mirip keluar dari showroom atau diler motor baru. Wuih…

“Main dibawah itu misal Rp 5 juta juga oke aja. Tapi itu restorasiny  biasa, enggak istimewa,” aku Toegi yang gabung di Denato motor sudah 2 tahun silam. Kayaknya sih krasan dia. Hehehe…

Nah duet DT (Didot Toegi) sepertinya cucok nih. Karena desk jobnya masing-masing jelas. Alhasil saat pandemi covid-19 melanda Solo (maret lalu) bengkel mereka tak sepi. Tetap ada order yang mampir. Apalagi lokasinya juga strategis. Di pinggir jalan.

Cobain aja servis motor sampean disana, biar sekalian tau biaya servisnya -admin-