Penerapan Protokol Kesehatan Pada Jip Wisata Merapi, Penumpang Dibatasi 3 Orang Pada 1 Jip…

disepakati 1 jip isi 3 orang ajah

stangstir.com-Berlokasi pada base camp M-Jack, Cangkringan Sleman Jumat (10/7)  lalu, sebuah pertemuan  digelar. Antara pengurus Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), pengurus komunitas jip wisata barat dan timur di Merapi serta perwakilan dari Dinas Pariwisata Sleman, Dinas Perhubungan Sleman serta Babinkamtibmas dari Polsek Cangkringan.

Kumpulnya mereka itu berdiskusi terkait sesuatu yang penting. Yakni terkait dibukanya kembali kawasan wisata Lereng Merapi pada 1 Juli 2020 lalu, setelah sebelumnya 4 bulan ditutup akibat adanya wabah covid-19. Dengan dibukanya kembali daerah wisata di Cangkringan, sejumlah protap kesehatan terkait mencegah covid-19 pun digeber.

Termasuk pada komunitas penyedia jasa wisata yang menggunakan jip. Dimana perlunya mempersiapkan dan menerapkan beberapa tindakan terkait protokol kesehatan dengan baik. Tau sendiri walau new normal, wabah covid-19 masih perlu diwaspadai, dan tidak bisa disepelekan. Apalagi diketahui dari 17 kecamatan di wilayah Sleman Yogyakarta, wilayah Cangkringan adalah salah satu lokasi yang masih aman belum terpapar. Alhasil sepakat itu mesti dipertahankan.

“Tujuannya pelaku wisata tidak terpapar, penikmat wisata juga aman. Maka dari itu perlunya bersinergi antara pihak terkait., Endingnya supaya aman semua,” buka Aiptu Slamet Riyadi Babinkamtibmas dari polsek Cangkringan Sleman yang hadir pada pertemuan tersebut..

berwsiata aman di lereng merapai, protokol covid19 diterpakan…

Singkatnya, salah satu cara  bila wisatawan datang ke lokasi mereka, hanya akan diterima pada basecamp komunitas penyedia jasa wisata jip. Pun lokasi finish setelah berwisata kembali juga, di base camp. Oya buat tau aja di wilayah Merapi terdapat 29 komunitas jip wisata (13 komunitas dari Cangkringan dan 16 komunitas dari Pakem) yang siap melayani wisatawan yang dolan ke Merapi.  Mereka sepakat menerapkan protokol kesehatan ketat covid-19.

Diantaranya menyiapkan jip yang telah sebelum digunakan,  disemprot disinfektan. Lantas wisatawan yang datang akan diukur suhu badannya dengan termogun. Dipersilahkan cuci tangan sebelum dan sesudah naik ke jip, juga harus mengenakan masker. Pun bila datang dari daerah zona merah, surat kesehatan dan sudah rapid tes mutlak ditunjukkan.

Ohya driver jip pastinya juga mengenakan masker, bahkan face shield. Tak hanya itu, terdengar info, pada kabin jip sedang dipersiapkan sekat pemisah antara driver dan penumpang jip wisata. Sekat itu dibuat dari plastik. Satu lagi  soal jaga jarak diterapkan, jumlah penumpang yang naik ke jip wisata dibatasi.

Singkatnya dari pertemuan yang digeber tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya soal penumpang di jip wisata, adalah 3 orang (total 4 orang driver).

driver pun siap pakai masker, cuci tangan, ada sekat di kabin jip

Kabarnya dengan dibukanya lokasi wisata di sana, team gugus tugas covid-19 juga telah dibentuk. Team yang dibentuk dari elemen terkait akan terjun langsung untuk mengawasi jalannya penerapan protokol covid-19..

“Dibukanya kembali usaha jasa wisata memang harus ada team gugus tugas perkelompok. Tujuannya memastikan apa yang telah ditetapkan, apakah telah berjalan dengan baik. Ini emua dilakukan untuk perlindungan konsumen, manajemennya, karyawannya dan lingkungannya,” jelas Aris Herbandang, SIP, selaku Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga hadir pada pertemuan tersebut.

Dardiri selaku pengurus di AJWLM mengatakan bahwa pertemuan saat itu tak berhenti sampai disitu. namun akan berkelanjutan. Evaluasi terus ya, Sip lah. -admin-