Rencana Denda Cipta Handayana, Untuk Meneruskan Cipto Motor…

denda cipta lanjutkan kiprah alm Pak Cip

stangstir.com-Kenangan bersama alm. Daniel Sucipto yang akrab disapa Pak Cip tak akan lekang. Hal ini terasakant ketika stangstir.com berkunjung di kediamannya di Wirogunan Sendang Kartasura, sekaligus ‘nyekar’ di haribaan terakhirnya, yang terletak tak jauh dari tempat tinggalnya itu, Kamis (18/6).

Tak terasa, kehadiran stangstir.com di rumah sekaligus markas team offroad Sendang 4×4 tersebut, ternyata jelang 100 hari kepergiannya. Ini dikatakan oleh Denda Ciptahandayana, putra tunggal alm Pak Cip.

Denda sapaannya mengatakan bahwa sepeninggal alm, dirinya otomatis fokus meneruskan karya atau kiprah  nya. Mulai dari melanjutkan bisnis usaha Cipto Motor sebagai produsen alat peraga otomotif dan ototronik. Dimana hal tersebut sebagai bisnis utama yang sudah dikelola alm.Pak Cip sejak lama. termasuk mengurus dan mengelola bengkel mobil yang kondang dengan nama Sendang 4×4,..

cipto motor, atau sendang 4×4 offroad, rintisan alm pak cip yang diteruskan denda

“Sebelumnya saya sudah diajari terutama hal teknis terkait olah mesin. Sehingga tinggal melanjutkan saja. Tantangan sekarang adalah mengurus semuanya. Untungnya bapak itu sering mengajak saya dan mengenalkan dengan teman-teman nya. Sehingga tak begitu sulit, termasuk terkait pekerjaan untuk mengurus order menyediakan pesanan alat peraga sekolah untuk keperluan pembelajaran siswa smk,” urai lajang berusia 25 tahun ini.

Masih menurutnya, saat ini ada beberapa garapan mobil yang masih dalam proses. “Sebelumnya ada Mercedes G-Class, yang engineswap Prado, sekarang sudah kelar. Juga ada Suzuki Jimny yang pasang  dapur pacu Avanza. Saya ingat order itu masuk sebelum bapak meninggal (14/3  siang). Itu sudah saya selesaikan. Lalu merakit mesin mobil Impala keluaran 1959. Waktu bapak masih ada, Impala itu sudah terjamah, sudah jalan. Sedangkan Chevrolet C10 lansiran 1964 saat itu belum sempat dikerjakan,” kenang Denda sembari menunjukan unit mobil yang dimaksud.

Tampak kedua unit mobil klasik tersebut sudah terpasang mesinnya dan sudah hidup. Tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan lagi. Seperti bodi, aplikasi pelek dan kaki-kaki.

Intinya Denda menunjukan proses itu sebagai sebuah tanggung jawab dan harus kelar. Walaupun tanpa didampingi mentornya, alm Pak Cip.

Namun demikian alm, Pak Cip seperti sudah mewariskan serta menyiapkan semuanya. Denda mengaku keahlian merakit komponen ecu, adalah ilmu yang diturunkan oleh alm. Pak Cip. “Jujur yang tak bisa saya kerjaan itu repair ecu. Itu keahlian bapak, yang tak sempat diajarkan ke saya.. Walaupun sudah lama juga bapak enggak menerima order repair ecu. Padahal yang telpon menanyakan order tersebut masih ada,” lanjut nya.

Sejumlah harapan ke depan, termasuk cita-cita alm Pak Cip, akan coba diwujudkan oleh Denda. Diantaranya akan merenovasi bangunan bengkel.

Oya, apakah ke depan Denda akan gas pol lagi di kancah offroad?. Pasalnya unit tubular bermesin Cherokee masih tersimpan di garasinya. Dan belum sempat terjun ke kompestisi offroad lagi. Sebelumnya Denda fokus di kelas under. Nah tubular terbarunya itu rencananya akan naik kelas upper.

Denda, turut offraod belum tau,

“Belum tau. Tergantung nanti. Mungkin aja bila ada teman yang ajak bisa saja turun lagi,:” pungkasnya yakin. Namun, itu bukan yang utama. Urusan lanjutkan usaha serta kelola Cipto Motor itu yang utama.

Eitz satu lagi kata Denda, alm. Pak Cip ingin memiliki Toyota Land Cruiser namun bergaya hot road. Nah itu juga akan diwujudkan Denda.  Konon bahannya sudah ada. Sip lah, semoga terwujud.-admin-

 .