Ini Bentuk Kepedulian Surakarta Mods Squad Di Tengah Wabah Covid-19 Di Solo

begini bentuk kepeduliannya

stangstir.com-Bukan mau gaya-gaya an pun ikut-ikutan, sebuah movement digeber oleh Surakarta Mods Squad pada Jumat (27/3) lalu, dimana mereka bergerak spontan membagikan sejumlah masker kepada publik yang dijumpai di beberapa jalanan Solo.

Hal tersebut ditegaskan oleh Dinar dari Surakarta Mods Squad. Sedikit melirik kebelakang, Surakarta Mods Squad yang terbentuk sejak 10 November 2010 adalah sebuah komunitas Vespa yang punya prinsip bukan sekedar komunitas, melainkan komunitas yang membangun silaturahmi yang berorientasi ke Familia. Selain itu juga sangat fashionable, tujuannya membangun banyak positive thinking di tengah masyarakat.

Nah movement tersebut sejatinya sudah digagas beberapa hari sebelumnya. Awalnya karena prihatin dengan adanya kondisi mewabahnya virus Covid-19 di Solo. “Jadi kami spontan aja. Namun sebelumnya memang kami sudah rencanakan sembari survey ke jalan. Siapa saja sasaran nya. Diantaranya mereka yang masih kerja di jalan serta berada pada usia rentan. Seperti usia 40-an ke atas yang bekerja di jalan, jadi sasaran kami,” yakin Dinar pada stangstir.com.

surakarta mods squad

Masih menurutnya pengadaan masker juga tantangan karena harganya mulai naik serta langka barangnya. . “Alhamdulillah akhirnya kami dapat juga walau agak mahal tapi gak apa lah. Semua kami usahakan secara mandiri. Kami urunan dan ada juga support financial dari beberapa kolega kami. Intinya kami memang mau bagi masker dan iklas,” lanjut Dinar lagi..

Alhasil itu tadi dengan sekitar 6 orang personil, mereka akhirnya bergerak. Sengaja hanya dengan personil terbatas.  Karena menghindari kumpulnya massa. Oh ya, titik kumpul pada  salah satu rumah member Surakarta Mods Squad di daerah Baluwarti Kraton Solo, dan menyebar masker di daerah Kraton, pasar Klewer sampai daerah  Coyudan.

Setelah suksesnya movement ini kabarnya sebuah ide lagi seperti ingin membuat edukasi mengenal covid-19 serta sosialisasi, termasuk antisipasi nya supaya tidak terjangkit. Kabarnya sih akan coba dibuat dalam bentuk poster. “Tujuannya supaya mudah di mengerti terutama bagi masyarakat yang sama sekali tidak mengakses internet bahkan sama sekali enggak mainan gadget,” tutup Dinar.

Wow mantap bro. -admin/dok-