BSA 56, Hasil Restorasi, Pajak Baru Atas Nama Sendiri, Seinnya Cukup Daplang !…

anti kusuh harus resik

stangstir.com-Suka mengoleksi jip Toyota Land Cruiser (TLC) FJ dan beberapa motor. Seperti Kawasaki G3, H-D Sportster XL 1200, Honda Win, Honda Dax, Vespa, sampai ATV.  Ini sedikit gambaran isi garasi Heri Jaka Dwikoranto.

stangstir.com pernah meliput beberapa koleksinya. Salahsatunya motor antik BSA lansiran 1955 yang dibekali sistem pengapian dobel. Maksudnya tetap pertahankan sistem pengapian lama atau bawaannya yaitu platina, namun dipasang juga sistem pengapian CDI.

Nah motor tersebut sekarang tak tampak lagi sebagai penghuni garasi rumahnya di daerah Banguntapan Permai. Sebagai gantinya hadirlah unit yang ini, yang konon impor dari Blitar, Wow…

atas namanya nih

“Ini koleksi BSA saya yang ke 6. BSA56. Dan atas nama saya sendiri. Pajaknya hidup dan sesuai motornya alias bukan tempelan. Mesinnya sip,” bangga Heri Jaka yang biasa dipanggil Heri Jas, sembari perlihatkan BPKB dan STNK BSA atas namanya itu. Wuih mantul bos…

Bila diamati motor yang berplat AB 5115 DK, label huruf DK itu singkatan dari namanya Dwikoranto. Wedew… Selain itu motor ini tampak resik dan apik. Buat tahu Heri memang tak suka koleksinya terliat kusam apalagi kotor. Maka cat ulang wajib buat motor klasiknya.

diantara motor lainnya

“Saya memang tak suka kalau motor saya terlihat lusuh. Biarin aja omongan orang mau bilang bahwa BSA itu makin antik kalau tampak lusuh. Itu selera mereka. Wah kalau model begitu saya enggak suka,” senyum suami dari Bu Pipit ini.

Singkatnya Heri memang suka proses restorasi. Dia menikmati bamget prosesnya. Buat tau aja, proses restorasi nya menyeluruh. Mulai dari mesin, yang direbuilt ulang. Lalu proses bodi dari ngekrom sampai ngecat ulang  Salah satu yang tak ketinggalan adalah sistem pengapiannya. Lagi-lagi dibuat model dobel. masih menerapkan platina bawaan dan CDI.

“Kalau masih bertahan dengan pengapian platina enggak apa. Namun saya kan bukan bengkel, daripada repot di jalan disistem model begini. Buat santai enak, buat gas pol oke aja, untuk mengaktifkannya hanya dengan geser saklar aja,” bangga Heri yang sudah gunakan motor ini berdua dengan Bu Pipit sampai Pacitan.

sistem pengapian dobel bro

Konon Bu Pipit lebih suka diboncengin dengan BSA ini daripada H-D Sportster miliknya. Lebih nyaman katanya. Wow makin mesra dong bos boncengannya..Hehehe.

Oya sebuah pengalaman distop Polisi saat melaju di jalanan dengan BSA ini pernah menimpa Hery. “Saya pernah distop poslisi di daerah Prambanan. dan ditanyakan kenapa motor ini enggak ada lampu seinnya. Saya balas tanya kepada Polisi yang stop saya, bapak kelahiran tahun berapa ya?. Buat tahu ya pak dari pertama diproduksi, motor ini tanpa dilengkapi lampu sein. Seinnya cukup  daplang pakai tangan. Namun begitu pajak hidup, spion ada,” tutup Heri ngakak…woooo bener juga ..-admin-