Intip Proses Isuzu Panther Pick Up 2001, 4×4 Ala Seribu Pohon (Jilid 2)…

tuh tuasnya jadi banyak

stangstir.com-Masih ingat proyek  bikin Isuzu Panther jadi jangkung dan berpenggerak 4×4 olahan Rajendra Haryo Tejo, punggawa Bengkel Seribu Pohon. Baca http://www.stangstir.com/2020/02/14/intip-proses-isuzu-panther-pick-up-20014×4-ala-seribu-pohonbagian-1/

Nah ini artikel lanjutannya, yakni proses aplikasi dobel girbok. Dimana girbok bawaan Isuzu Panther ditanam dan dilanjutkan mengaplikasi girbok Toyota Land Cruiser (TLC) FJ40 berserta transfer case-nya. Yang merupakan sumber kekuatan pick up Panther ini berpenggerak 4×4 dengan menu superlow-nya.

Terlihat peranti tongkat persneling nongol di kabin tengah. Ah jumlahnya tak hanya 1 gaes. Tapi ada 4 tongkat. Yakni tongkat persneling bawaan Panther (5 speed), lalu tongkat persneling bawaan TLC FJ 40 (3 speed) dan 2 tongkat lagi yang kecil adalah transfer case high dan low, untuk mengaktifkan komponen 4×4.

 Saat stangstir.com mampir ke bengkel Seribu Pohon tampak semua komponen girbok sudah terkoneksi. Antara girbok Panther lalu girbok bawaan TLC FJ. Yang belum terpasang adalah panel tutup girbok yang ada di kabin. Lalu jok yang kabarnya harus dimodifikasi karena adanya komponen tuas tongkat presneling TLC FJ 40 yang posisinya rada mundur. Satu lagi, aplikasi propeller shaft (kopel ) sebagai penerus daya dari girbok ke gardan belakang. “Yang depan panjangnya 125cm, yang blkng 57cm

sudah 85%

Singkatnya prosesnya sudah 85%. Menurut informasi, aplikasi pengoperasiannya nanti tergantung kondisi jalan saja. Bila jalan aspal biasa, Panther ini cukup dijalankan dengan mengoperasikan persneling bawaan seperti biasanya.  Saat berjalan biasa di aspal begitu, posisi tongkat presneling TLC berada pada gigi 3. Bila bertemu jalanan menanjak dan butuh tenaga lebih, tinggal memindah ke gigi yang lebih rendah. Bila mau lebih low lagi tinggal aktifkan tuas transfer 4×4 ke low gear. Dijamin tenaga gak bakal drop malah nambah. Bahkan bila bak pick up dimuati beban berat, wah bukan masalah.

“Sistem begitu itu berhasil diterapkan pada Toyota Kijang yang dulu pernah saya modifikasi,” ujar Dido, sapaan Rajendra Haryo Tejo. Buat tau, pick up Kijang yang dimaksud adalah milik Yunus, seorang guru. Pick up tersebut biasa digunakan buat bawa sawit sampai 1.5 ton di pedalaman Kalimantan Barat.

Masih menurutnya rasio gigi model dobel girbok begini siap dibandingkan dengan bawaan d-cab terbaru sekalipun, “Enggak bisa ngimbangi low-nya dobel girbok begini. Karena terbukti atau lebih roso,” yakin Dido lagi.

Makin penasaran ya, pengen nyobain kalau udah kelar. Tunggu lagi update nya deh…