Hasil Audensi Jogja Sprint Rally Beroleh Dukungan Bupati Bantul, Tinggal Gas Pol Aja…

mendapat restu dari bupati bantul, tinggal gas pol aja

stangstir.com-Bertempat di kantor Bupati Bantul Rabu (26/2) lalu, penyelenggara Jogja Sprint Rally, sowan ke Bupati Bantul. Singkatnya pihak penyelenggara dipimpin oleh  Agus Ambaryanto dari STIE Mitra Indonesia bersama Beagle Jogja,  melakukan audensi kepada  Bupati Bantul yakni Drs. H. Suharsono terkait penyelenggaraan putaran pertama Kejuaraan Sprint Rally dengan label Ngebut Bareng Lagi STIE Mitra Indonesia dan Beagle Jogja yang akan digeber pada sirkuit Sultan Agung Bantul (SSA), Sabtu Minggu (7-8/3).

Yang pasti hasil audensi, penyelenggara beroleh respon positif alias lampu hijau, dari Bupati Bantul Drs. H. Suharsono, beserta jajarannya. Bahkan memberikan restu positif.  “Prinsipnya saya mendukung kegiatan Jogja Sprint Rally pada 7-8  Maret. Harapannya bisa  memberikan kegiatan yang positif bagi warga Bantul yang hobi otomotif,” ujar bupati yang juga punya hobi otomotif itu.

juara umum dapat trophy bupati bantul

Sedikit melirik kebelakang, gelaran akbar Jogja Sprint Rally 2020 akan digeber 3 seri. baca http://www.stangstir.com/2020/01/11/stie-mitra-indonesia-gas-pol-gelar-sprint-rally-lagi-di-2020-dan-3-seri/

Informasi terbaru dari penyelenggara, respon peserta kabarnya bagus. Berdasar list yang diterima, dari pendaftaran yang dibuka, sudah terisi 80 peserta. Eitz sudah ditutup lho pendaftarannya.. Jumlah peserta tersebut adalah jumlah yang diklaim ideal oleh penyelenggara.  Pasalnya, selain mengisi semua kelas yang dibuka (9 kelas), diharapkan acara akan berlangsung sesuai rundown. Yang menarik kelas favorit seperti F1, F2, F3 dan R1  cukup mendominasi jumlah peserta. Wis bakal seru dah.

Agus Ambaryanto, dari STIE Mitra Indonesia saat dihubungi stangstir.com mengaku senang karena Bupatii Bantul memberikan dukungan. “Cukup senang karena Bupati mendukung kegiatan sprint rally kami. Dan juara umum akan mendapat Trophy Bupati Bantul,” ujar Agus Ambaryanto yang biasa disapa Gambir Dirga.

Terkait batasan peserta jumlah peserta yang hanya 80 peserta, dirinya mempunyai alasan. “Kenapa kami membatasi jumlah peserta 80, supaya event berjalan sesuai rundown dan kelar pas Magrib. Kalau lebih dari 80 peserta, kemungkinan sampai malam. Kami hindari hal tersebut. Dengan jumlah peserta segitu saja, kami coba start awal sekitar pukul 8 pagi,” lanjut dia sembari menambahkan pihaknya mencoba profesional dalam penyelenggaran event ini. “Sehingga pada putaran selanjutnya bisa berjalan lancar dan siap bilamana putaran berikutnya jadi jadwal kejurnas,” tutup Gambir yakin.-admin-