Intip Proses Isuzu Panther Pick Up 2001,4×4 Ala Seribu Pohon(Bagian 1)…

ditunggu jadinya...

stangstir.com-Di kalangan pengemar jip, pun pelaku offroad  nama Bengkel Seribu Pohon yang berlokasi di jalan Karangnongko 93, Ring road Selatan Bantul Jogjakarta dikenal dengan bengkel modifikasi jip. Baik untuk offroad, maupun onroad. Gampangnya you mau order modifikasi jip 4×4 yang kayak apa deh, bengkel yang digawangi oleh Rajendra Haryo Tejo ini siap hadirkan jip 4×4 tangguh sesuai order anda.

Ah bahkan tak hanya itu, bengkel ini juga gape memodifikasi rumah. Yak benar rumah, rumah yang dimaksud itu bukan biasa. Namun rumah kayu, atau rumah Jawa lawasan seperti joglo, limasan atau sejenis itu.

Ketika proyek rumah begitu dalam poses rampung, eh ada informasi terbaru bahwa Dido, sapaan akrab Rajendra Haryo Tejo sedang dapat proyek lagi. Maksudnya ada garapan terkait 4×4 lagi. Yakni mengolah sebuah pick up Isuzu Panther kelahiran 2001  untuk dibuat berpengggerak 4×4 aktif.

4×4 gaes…

Ah tanpa tanggung pick up ini juga dibekali transmisi dobel. Sehingga, siap digunakan mengaspal di jalanan aspal namun siap juga blusukan masuk jalanan keriting. Bahkan spek nya low gear banget.

Sedikit melirik kebelakang, garapan bengini juga pernah diolah oleh Dido. namun dulu subyeknya Toyota Kijang Pick Up, milik Yunus seorang guru di Kalimantan Barat yang mempergunakan pick up nya buat usung kelapa sawit. Singkat cerita pick up tersebut tangguh sekali, bahkan dulu terdengar cerita kadang ikut evakuasi truck yang kepater saat di lokasi kebun sawit. Wuih…baca http://www.stangstir.com/2017/02/24/toyota-kijang-pick-up-1994-ini-dia-kijang-sakti-pak-guru/

“Nah kalau  yang ini juga order dari Berau Kalimantan Timur, sebetulnya aslinya orang Jogja namun berkerja di sana. Ordernya dibikin yang 4×4 yang ekstrem. Awal tahun baru 2020 saya baru mulai kerjakan. Saya brodoli semua terutama kaki depan yang aslinya sayap dan model torsi saya buat. Dibikinkan kotruksi dudukan gardan dan perdaun,” buka Dido yang menambahkan bahwa saat datang keadaannya sudah jangkung karena di bodi lift, sehingga terlihat bagiandepannya masih ketinggian.

over axle tak asal-asalan

Dido melanjutkan. Tampak gardan diaplikasi copotan TLC FJ55 yang terisi final gir 10;37. Ban dan pelek tampak sudah terset ukuran R16 atau setara 33. Pilihan ini didasari melihat lingkar cakram dan kaliper yang besar.

Tampak setingan perdaun berada diatas gardan, atau over axle. Terlihat pula hanger perdaun dan lainnya dibuat baru atau diset ulang. Oya batang rangka tengah sasis diperkuat juga.

lengan gareng dan long tierod hampir sejajar

“Kalau gardan dibawah perdaun atau pake model over axle sebaiknya tangan gareng disesuaikan.  Atau bikin tangan gareng baru. Posisinya diaplikasi rada sejajar dengan long tie rod. Tujuannya supaya gak menyebabkan  bump stir. Yakni  saat permukaan jalan tak rata dan ban terkena benturan jalanan, dan suspensi mengayun, imbasnya gerak ban jadi bergerak liar. Itu dihindari,” yakin Dido menerangkan. Intinya semua lini termasuk sudut caster kaki depan pun tak ketinggalan dihitung cermat.

Masih menurut Dido, proses 4×4 Patner dan Kijang itu berbeda tingkat kesulitannya. Katanya lebih rumit Panther. Pertama karena  karter bak oli Panther lebih menjorok ke bawah, otomatis gardan depan digeser lebih maju sedikit supaya tak mentok bonggol gardan depan, otomatis pula nambah sasis depan sekitar 12 cm.  

tangki solar belakang geser gaes

“Kalau yang belakang perlu mencermati sokbreker belakang dan posisi tangki bahan bakar. Jadi perlu mengeser braket  tangki, karena tangki solar belakang disebelah kanan dan bonggol gardan sebelah kanan. Supaya tak mentok, posisi tangki geser ke kiri. Namun tak asal geser, tetapi juga mencermati posisi sokbreker belakang yang kiri. Supaya tak bersinggungan dengan tangki,” senyum Dido.

rangkai didobel ni

Oya satu lagi, seperti Kijang olahannya dahulu menganut dobel transmisi. Panther ini pun senada. Yakni transmisi bawaan Panther(5 speed), dibelakangnya ditanam lagi transmisi bawaan FJ40 (3 speed tlc fj 81), lengkap transfercase 4×4(tlc 80).  Penasaran akan jadinya  nih. Yo sabarwae. Tunggu updatenya ya, sekalian coba offroad. hehehe… -admin-