Pemalang Soda Racing 4×4 Adventure Offroad, Lumpur Itu Kejam Gaes…

kata mc, takutnya dengan air

stangstir.com- Suguhan bumbu trek lumpur pada Pemalang Soda Racing  4×4 Adventure Offroad pada sirkuit Pantai Widuri, ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi para offroader yang ambil bagian dalam ajang yang dihelat dalam rangka hari jadi kota Pemalang ke 445. Sabtu Minggu (18-19/1).

Seperti beritakan sebelumnya, ‘kejamnya’ santapan lumpur bagi pada offraoder mulai 2 scs awal di Sabtu (18/1) baca http://www.stangstir.com/2020/01/18/scs-awal-pemalang-soda-racing-4×4-adventure-competition-kejam-gaes/ 

ini masih ada yg lebih dalem,, memang kejam gaes,,,

Ternyata belum berakhir di Minggu (19/1) dimana 3 scs lagi yang perlu dihadapi oleh offroader (total 5 scs).

Sebut, team asal Jogjakarta yakni STIE Mitra Indonesia Racing Team yang ambil bagian di kelas 1000cc modifikasi dan FFA, akhirnya ‘nyerah’ pada scs4. Dimana sejumlah kendala mampir tanpa diundang, yang imbasnya tubular andalan team ini ‘gugur. Waduh…

Sedikit melihat perjuangan tubular STIE Mitra Indonesia Racing Team pada kelas 1000cc modifikasi. Di awal scs1 atau start pasti ‘ngacir’ kencang duluan atau  leading di depan. Namun akhirnya kandas karena terkendala distributor kemasukan air campur lumpur. Namun beruntung sudah selesaikan 1 putaran, dan kendala bisa diatasi. Sehingga fight lagi  dan lanjut pada scs 2 dan scs3 di Minggu, gas pol tanpa kendala.

Bahkan  dari sekedar hitung-hitung ada harapan masuk di masuk lah 3 besar, harapan itu muncul karena kompetitor,  mayoritas juga alami kendala yang rata-rata sama. Menelan bubur lumpur kebanyakan. .

Namun masuk di scs 4, eng ing eng bersua problem lagi. Selepas start dan sudah ngacir duluan, akhirnya. belum satu putaran, game over.  Analisa penyebabnya lumpur jahanam gaes. “Klep sampe bengkok. Tutup timing belt,kemasukan lumpur. Sehingga timing mleset lanjut klep bengkok,” ungkap Hendy, co-driver tubular 1000 ini.

semua offroader measakan kejamnya lumpur

Eh kendala tak hanya menimpa tubular 1000cc itu gaes. Kendaraan tempur Wahyu Lamban Jatmiko/Ferry yang kabarnya masih tahap riset untuk fight di musim 2020 ini juga mundur teratur. Imbasnya lagi-lagi dari  akibat lumpur jahanan itu. Sehingga saat sudah ready to race, enggak bisa gas start, karena persneling enggak mau masuk gigi..

Analisa Ferry co-driver tubular Wahyu Lamban, akibat ada celah lubang pernafasan pada kepala babi girbok, sebagai jalan masuk lumpur campur pasir. “Efeknya persneling gak bisa masuk, atau kopling jadi selip,wah ribet,” saat dijumpai di paddock..

Imbas lumpur ini memang luar biasa. Kenyataan, kejadian itu juga menimpa pada offroader lainnya. Sehingga membuat kesibukan di paddock. Saling tukar informasi terkait kerusakan dan saling bantu.

Pantauan di paddok rata-rata komponen penggerak  yang tertanam  di kolong mobil yang jadi sasaran. Bahkan tak jarang mampir juga mesin, bahkan pengapian.

 “Kalau hadapi rintangan lumpur enggak apa deh. Namun kalau begini. Bayangkan semua mobil team yang turun kena masalah semua. Walau kendalanya ya beda-beda. Namun ini dasyat banget,” komentar seorang kru asal team yang datang dari Jawa Barat.

air radiator muncrat, juga ada, krn extra fan off

Intinya, lumpur sirkuit Pantai Widuri Pemalang memang kejam deh. Gitu aja.

Namun demikian, walau imbas lumpur sirkuit pantai widuri seperti itu, persaingan offroader dalam menyelesaikan total 5scs berlangsung seru. Tak hanya itu, gas pol tanpa kendor gas, tanpa umbar strategi belum lengkap. tanpa adafaktor keberuntungan. Bukan begitu..-admin-

Berikut hasil lomba selengkapnya.