Peserta Jawa timur Mewarnai Jogja Sprint Rally #3 STIE Mitra Indonesia, Juga Kritis Terhadap jalannya Lomba…

nih yang ikut meramaikan, dari jatim, kritis pula

stangstir.com-Hajatan akbar Jogja Sprint Rally #3, STIE Mitra Indonesia yang sukses digeber Sabtu dan Minggu (30/11-1/12) lalu, lebih kompetitif karena hadirnya peserta asal Jawa timur.

Yup betul, berdasar informasi sekitar 11-an mobil peserta berasal dari Jawa Timur. Diakhir lomba mereka ini kuasai podium pada beberapa kelas

Sebut aja pada kelas J1, kelas itu dikuasai pembalap Jawa Timur Erwin H/Sajid dan Nanank SSK/Asmaun yang geber Suzuki Jimny. Lalu ada lagi nama Loekito Rahardjo, yang geber tubular V8 kail, dia gas pol kels J3 ndan  FFA. Nah di FFA kail podium 1. Intinya kehadiran mereka cukup mewarnai Jogja Sprint Rally #3, yang saat itu kail 47 peserta.

Seperti debut Loekito Rahardjo, cukup menarik perhatian. pembalap senior ini mengaku hanya pakai jip adventure andalannya dulu. Dan baru ini muncul di lintasan sirkuit tambakrejo Sleman.

“Itu bukan spek mobil sprint. Namun yang buat sprint belum siap, maka saya pakai itu aja. Bukan speknya deh buat gas pol di sini,” kata pria berusia 68 tahun, yang matang pengalaman di kompetisi. Utamanya offroad.

bukan mobik spek sprint rally, tapi gas aja…

Terkait event garapan STIE Mitra Indonesia, Loekito memberikan komentar. “Sirkuit sebetulnya menantang namun kurang lebar dan kurang panjang. Ke depan mungkin kalau lokasi lebih luas bisa dibuat double track jadi lebih kompetitif lagi,” ujarnya.

Selain berkomentar, pria yang juga pengurus malang Willys Club dan juga penasehat di IOF mengkritisi saat dia menemukan adanya 1 navigator yang main atau start pada 5 kendaraan.

loekito rahardjo, baru ini ikut gas pol di tambakrejo

“Kalau berdasar regulasi kan 1 navigator paling 2 mobil. Tapi lalu boleh 3. Nah ini kalau dasarnya regulasi itu kan udah melebihi. Kalau ubah regulasi kan ada mekanismenya lewat munas. Saya sebetulnya senang di sini ada balap dan seru. Apalagi kalau fairplay akan menarik peserta lebih ramai. Namun saya kan baru ikut sekarang jadi enggak tau lah dari awalnya di sini bagaimana,” ujarnya saat dijumpai di venue.

 Akhirnya kegelisahan terkait hal itu clear setelah dijawab dari pimpinan lomba dan kesepakatan antara peserta lainnya.

“Semua akhirnya clear, sudah sepakat semua. Namun begini,  untuk aturan nasiona memngl hanya 2. Namun di sini dari awal boleh 3 kali start dengan catatan ada kesepakatan peserta, kemauan penyelenggara dan sudah diumumkan di awal tahun. Bahwa pada ajang ini navigator boleh start sampai 3 kali namun di kelas utama,” papar Juli Putra selaku pimpinan lomba.

juli putra,, sudah kesepakatan dan sudah dari awal seri

“Nah lalu ada laporan, ada navigator yang start sampai 5. Kami kira itu di 3 kelas utama 2 supporting, bila ia enggak masalah. Ternyata dia main di 4 kelas utama dan 1 kelas supporting. Lalu kami ambil keputusan,  dengan mengembalikan kepada yang sudah disepakati di awal. tentunya setelah hearing dengan semua,  jadi harus ada yang dicoret 1 nomer start untuk navigator yang main sampai 4 kali, dan itu diterima semua. Oya pak Loekito enggak ikut dari awal seri, beliau enggak tau hal tersebut,” lanjut Juli yang sekali lagi meyakinkan bahwa semua itu sudah kesepakatan di awal, dan ajang tersebut bukan level kejurnas.

Wes clear, ya wes joget bareng bersama Hasoe Indonesia ya….-admin-