Masa Lalu J-Adventure Offroad Team Saat Eksis Di Ajang Offroad, Terungkap Saat Mereka Kumpul Halal Bihalal…

j-adventure team, dan cerita masa lalu yanga sik...

stangstir.com-Diundang pada kegiatan syawalan halal bihalal skuad J-Adventure Offroad Team di Westlake Resto Ringroad Barat Sleman Jogjakarta Selasa malam (2/7), ah cukup seru rupanya.

Pasalnya selain menyaksikan langsung silaturahmi yang terjaga dan solid, stangstir.com dapat menangkap gambaran perjalanan skuad offroad asal Jogjakarta, yang eksis sejak tahun 2003. Ketika memulai berkiprah gas pol di lintasan kejurnas offroad dengan Toyota Land Cruiser (TLC) FJ 40 buatan tahun dibawah 1980-an andalan mereka.

Awal Dirintis

Dimana mereka memulai dari beberapa orang. “Awalnya kami memulai dari 10 orang lantas bertambah,” buka Togu kamil, warga J-Adventure yang dulu pernah gunakan TLC FJ 43.

Berdasar informasinya,  selain dirinya ada beberapa nama lain, Yakni  Joko Penyet, Barlianto, Dido, Samsul, Eko Murjani, Asnan, Agung Diesel, Pandit Pintoro, Tri Suparyanto, Safei, Aziz Yulianto, Aga, Wistu, Ranto, juga  Wahyu Lamban.

Dari sejumlah nama itu ada 3 nama personil J-Adventure yang sudah wafat. Yakni alm. Andika, alm. Fen Saparita, dan alm. Aji Suryo. Ketiga nama tersebut ikut andil dalam membesarkan J-Adventure.

Nah dari sejumlah nama yang stangstir.com peroleh, sampeyan bisa pantau kan. Ada beberapa nama yang cukup ngetop sampai saat ini di ajang kompetisi offroad tanah air. Terutama bagi yang mengenalnya.

Manajemen Rapi

Yang pasti banyak sudah pengalaman team offroad ini di kompetisi. Padahal awalnya mereka hanya bermula dari hobi. Doyan blusukan dengan jip dan sempat pula mengembangkan ke sebuah bisnis wisata. Yakni terima order bawa rombongan tamu menjelajah seputar Jogja dengan jip. Dimana kegiatan bisnis tersebut belakangan marak di Jogjakarta.

Tak cuma itu, manajemen team pun sudah dirintis oleh J-Adventure saat pertama turun gelanggang offroad.  Sehingga pembagian desk job saat mereka mau ikutan even offroad sudah tertata rapi. Pembalap itu tinggal datang bejek gas aja, urusan pendaftaran, akomodasi, kru, mekanik ada yang urus. Jadi enggak bingung.

Belakangan model managamen team begitu mengemuka. Padahal mereka sudah memulainya beberapa tahun silam.

Merambah Bisnis

Belakangan ada info baru bahwa J-Adventure merambah ke usaha lembaga pendidikan. Wow…

“Jadi begini awalnya kami ini bermula dari penyuka jip dan suka offroad. Lalu kami pernah terima order untuk bawa tamu blusukan dengan jip. Akhirnya kami sepakat bikin usaha secara profesional Jogja Wisata Petualangan yang dikenal dengan J-Adventure. Lalu sekitar 4 tahun lalu sepakat rintis usaha lagi,  malah terkait pendidikan. Yakni LPK Busan yang beroperasi di Magetan. Lembaga tersebut awalnya dirintis oleh Aziz, rekan kami juga. Namun khusus Magetan kempemilikannya ya kami-kami ini, atau J-Adventure,” papar Barlianto,  salah satu offroader andalan J-Adventure yang belakangan ganti hobi ‘montoran’ pakai motor gede.

Prestasi Yang Paling…

Rony Primanto Hari, yang stangstir.com kenal sebagai kepala dinas komunikasi dan informatika DIY, ternyata juga bagian dari skuad ini. Bahkan dia punya pengalaman bejek gas TLC FJ40 serta ingat prestasi nasional skuad asal Jogja tersebut.

“Saya ingat saat kami turun ajang offroad itu di ajang Diplomat, itu sekitar tahun 2003. Lalu di tahun 2009 di even Djarum Super Real Adventure Offroad (DSRAO) kami pernah juara nasional ke 4 tahun 2009,” bangga Rony sapaannya.  

Selain prestasi level nasional, sejumlah even offroad sampai saat ini  juga  masih diikuti. Walaupun tak seperti dulu. Atau tak terjun se-team. Paling person-personnya aja. Salah satunya seperti Safei yang belakangan meregenerasikan ke putranya untuk terjun di ajang Monster Road. Artinya regenerasi skuad J-Adventure berjalan.

Sosok TLC FJ 40 Andalan, Ketika Itu

Singkatnya sejumlah kenangan memang membekas. Ini tampak sekali pada silaturahmi saat itu. Termasuk kenangan seru saat mengamati dokumentasi foto mereka ketika belepotan lumpur, narik sling winch elektrik sebagai senjata pamungkas keluar handicap ekstrem, kerepotan alami patah as roda, bahkan sampai bahasan rame seputar jip andalan mereka.

Misalnya soal bodi jip TLC FJ 40 mereka yang berwarna putih lengkap rollbar merah yang masih utuh, bukan tampil full tubular atau sekarang disebut odong-odong. Tampak pintunya model half door, kaca depan mika dengan lubang kotak buat pantau depan, spatbor yang dicoak atau dilebarkan.

“Saat itu mesin masih 2 F yang dimaksimalkan, sokbrekenya masih gunakan Rancho dan masih perdaun, loker cukup dilas,” tutup Safii yang disambut tawa rekan-rekannya.

Ah seru ya,  kenangan masa lalunya. Ngomong-ngomong apa masih ada tuh jip-jipnya?…-admin/dokJadventure-

nih foto-foto saat eksis dulu