Top Coffee PPMKI Jateng Tour ’19, Peserta Lampau Target

suasana start di alun-alun magelang

stangstir.com-Hajatan akbar Top Coffee PPMKI Jateng tour ’19 yang digeber dalam rangka hari jadi ke 1113 kota Magelang, Sabtu dan Minggu (27-28/4) berhasil kail peserta yang sip.

Berdasar data jumlah peserta adalah 171 peserta. Konon ini melebihi target panitia yang hanya sekitar 150-an. Konon Jumlah peserta tersebut ada peningkatan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

full rusty di atau setengah rusty bodinya juga ada nih, keren

muscle car kek gini juga ikut

Lantas ada 3 kelas dalam ajang rally ini. Yakni kelas A yang merupakan kejuaran umum untuk mobil pembuatan s/d 1979.

ini dia jaguar yang langka itu

Kelas B, yang merupakan kejuaraan buat mobil.retro mobil tahun pembuatan 1980 s/d 1989. Serta kejuaran buat mobil.baru, tahun 1990 keatas.

Untuk etapenya pada Sabtu (27/4) dari Magelang menuju Purworejo. Sedangkan di Minggu (28/4) di etape Magelang Borobudur dan kembali Magelang…

Sehingga Pemandangan di alun- alun kota Magelang jadi menarik pagi itu. Pasalnya beragam merk mobil kuno ikut berpartisipasi di ajang ini. Salahsatunya Jaguar Etype 4.2  yang luar biasa lansiran 1960-an yang kendarai senior PPMKI, Hauwke yang juga pengkoleksi mobil antik.

belum lagi mobil-mobil bawaan warga PPMKI asal berbagai daerah yang ikut meramaikan acara tersebut.

171 mobil dari berbagai peserta, uajr Rony ketua ppmki pusat

“Dari 171 mobil banyak wakil dari PPMKI asal berbagai kota  seperti Solo raya, Jogjakarta, Cilacap, ada pula yang datang dari jawa Barat, Jambi juga Jawa Timur. Ini menggembirakan,” ujar Ronny Arifudin, ketua PPMKI Pusat, saat rombongan rehat makan siang merampungkan etape pertama di di pendopo dinas Bupati Purworejo.

pendapat senada dikeluarkan oleh M.Harjanto, seorang ketua dewan pengurus offroad Indonesia yang juga ikuti even rally ini.

M. harjanto, bisa buat edukasi publik bahwa mobil kuno itu lekat dengan sejarah

“Beberapa mobil yang hadir ini punya cerita menarik. Termasuk sejarah nya bisa ada di tanah air. Sehingga publik bisa tau dan ikut mengapresiasi,” tukas M.Harjanto, yang juga warga Purworejo. -admin-