Paduan Sensasi Test Drive, Dan Test Olah Gerabah !

rasakan sensasi lebih di kasongan..

Solo(stangstir.com)-Setelah sukses jadi penumpang yang baik di New Avanza, Senin (1/2) lalu,  memasuki hari ke 2, saatnya mencoba duduk di belakang kemudi New Avanza G.

Masuk ke kabin kemudi, ubahan setelan posisi duduk dilakukan. Tujuannya supaya kenyamanan saat mengemudi sesuai dengan posisi duduk. Apalagi sebagai sosok  bertubuh rada besar, dengan tinggi 167, sepertinya mutlak perlu setingan terlebih dahulu.

merasakan kemudi new avanza…(foto diperagakan model)

Sehingga kaki akan nyaman menginjak pedal kopling rem, serta injak pedal gas. Namun terkait hal begitu, sepertinya tak ada ubahan dengan Avanza generasi terdahulu. Namun karena sematan teknologi entertainment  terbaru seperti teknologi touchscreen, steering swicth  terintegrasi dengan head unit, security back sensor, dan outer mirror membuat Avanza anyar, cocok jadi umbaran rasa penasaran. Yup  betul, rasa penasaran jajal teknlogi yang tersemat itu.

Pun saat mencoba melaju di jalanan Yogyakarta antara kawasan Prawirotaman menuju Kasongan Bantul yang lumayan padat dan melalui jalan ringroad selatan, pedal kopling saat ringan saat diinjak sehingga pergantian gigi smooth banget. Begitu pula ketika mencoba sedikit menekan pedal gas lebih dalam, menyalip di jalanan, stir sebagai kenbdali kemudi malah terasa makin mantap, buat bermanufer.

Ah ternyata ini berkat ada perubahan pada teknologi Electric Power Steering, yang membuatnya begitu. Teknologi ini seperti mengikuti teknologi yang dihadirkan untuk mengikuti alur perilaku pengemudi terhadap kondisi jalan. Bila makin kencang menekan pedal gas membuat genggaman kemudi makin mantap, pun bila melaju santai. Imbasnya adalah handling mobil lebih terkontrol, yang mengarah ke faktor keamanan tentunya..

Singkatnya destinasi ke desa wisata Kasongan menjadi salah satu bagian dari acara yang memang disodorkan Nasmoco Group kepada saya dan rekan media lain.  Sehingga makin lebih paham kehandalan New Avanza saat melibas jalanan kota, pun jalanan perkampungan yang terkadang tak selalu mulus. Di sisi ini lagi-lagi peredaman suspensi terasakan.

destinasi asik yang mengedukasi

Tak hanya itu lokasi rujukan, yang tak lain Koperasi Setya Bawana, adalah koperasi seni kerajinan gerabah yang juga merupakan sentra industri gerabah serta keramik. Pastinya destinasi itu menyajikan potensi kerajinan setempat berbahan tanah liat, dan bagus-bagus lho.

ada tayo tuh…

Namun tak terbayangkan sedikitpun bawah di lokasi tersebut ada challenge untuk ikut merasakan sensasi mengolah tanah liat menjadi sebuah barang kerajinan yang apik.  Hem, semacam dikerjain nih..

Bayangin, biasa motret obyek, ngetik artikel, dan meliput kegiatan terkait otomotif, ealah ‘dipaksa’ mengolah tanah liat yang warnanya mirip coklat itu jadi karya seni gerabah. Pastinya ya bingung. Lha belum pernah je. Namun ta gentar lah. Sapa takut. Ayooo aja……Eh tapi caranya gimana?.

Tenang, untungnya pihak koperasi, lebih dulu menjelaskan terkait proses membuat gerabah dengan gamblang dan memusingkan. Maksudnya memusingkan buat saya.. Hiks…

bambang (baju batik) begini lo caranya,

“Tanah liat adalah bahan membuat gerabah. Namun tak murni tetapi dicampur pasir. Tujuannya menghindari penyusutan dan tak retak atau pecah sebelum proses pembakaran, perbandingan antara tanah liat dan pasir itu  1 : 1/5,” jelas Bambang dari Koperasi Setya Bawana.

Dirinya juga menambahkan ada perbedaan antara gerabah dan keramik. Adalah pada proses pembakarannya.  Bila gerabah itu hanya menggunakan suhu bakar rendah 17 derajat.  Sedangkan keramik harus diatas 1300 derajat..

challenge rampung, taraaa… mangkok mie ayam

Singkatnya demo membuat sebuah produk dari bahan tanah liat yang diterangkan itu dipertontonkan. Yakni membuat semacam vas kembang yang cantik. Tujuannya supaya saya dan rekan media lain paham, proses bikinnya.

Saat challenge dimulai, nah ini yang seru. Sebongkah tanah liat dan meja khusus langsung terhidang. Pilihan membuat mangkok mie ayam dengan pertimbangan yang mudah dan cepat,  wah ternyata luput. Alias, tak mudah lho. terutama dalam proses membentuk bentuk mangkok, tanha liat perlu diipipihkan sebagai dasar mangkok Sedangajn dinding mangkok dibentuk dari plintiran tanah liat, yang diproses sedemikian ruap. Wuih susah kalau belum terbiasa. Namun bersyukur akhirnya kelar juga. Hehehe…

ini dia mereka yang menang tantangan olah tanah liat….ah…bukan saya..

Yang jelas, saat itu ada 2 poin sensasi yang dirasakan. Yakni merasakan kemudi New Avanza beserta kelebihannya, pun jadi paham bahwa Kasongan yang konon berasal dari nama Kyai Song adalah sentra lokasi kerajinan gerabah di Bantul, dan layak dikunjungi.

Namun tak cukup  berkunjung doang. Tapi rasain deh mengolah langsung kerajinan gerabah. Benar-benar sensasi olah tanah liat yang wow banget..-admin-