Toyota Corona RT40 1966, Sedan Warisan, Tak Merepotkan…

tak merepotkan walau warisan

Solo(ss)-Mungkin bisa ya disebut warisan. Pasalnya sedan jepang Toyota Corona RT40 kelahiran1966 ini diperoleh Epin Parhasta langsung dari orang tuanya.

“Mobil ini dimiliki oleh ayah saya sekitar tahun 1980-an, saat saya masih taman kanak-kanak.  Lantas ketika beliau sudah enggak ada, tahun 2011 jatuh ke saya untuk dipelihara,” bilang Epin sapaannya, sambil sebut nama ayahnya, Soeparman B.A.

mulus bodinya

Epin lantas menambahkan sedan Jepang tua bermesin 4 silinder 1600cc punya kelebihan. Salah satunya soal kenangan nya, dan bandel, artinya tak merepotkan. Maksudnya selama dipelihara olehnya, jarang ngadat.

Padahal konon nih, perbaikan mesin pernah dilakukan. Konon saat masih dipakai ayahnya. “Pernah overhaul, lantas ganti karburator. Habis itu aman-aman saja sampai sekarang,” lanjut Epin.

pernah overhaul …dulu…

Yang unik dulu sampai sekarang, mobil berwarna biru muda tersebut tanpa dilengkapi powersteering dan AC. Namun begitu, kabarnya punya jam terbang tinggi. “Dulu Jakarta Jogja, sering hampir sebulan sekali dan tak masalah,” bangga Epin, yang juga member Jogja Corona Club (JCC).

Walau bangga memiliki sedan peninggalan orang tuanya, dan kondisinya cukup mulus, sejumlah peer masih menggelayut di diri Epin. Salah satunya melengkapi pernik-pernik RT40 ini supaya makin sip.

ada mud flapnya juga

Diakui beberapa pernik memang terlihat belum komplit. Satu contoh yang rada ‘luput’ adalah wheel dopnya. Ternyata antara kiri dan kanan enggak kompak. “Dop kiri punya corona ex salon, saya dapat dari pasar loak. Nah dop kanan punya Corona RT 60.  Dapat di Parjo Jakarta. Yang asli masih dalam perburuan,” tutup Epin smabi senyum.

persneling tangan..klasik kan…

Ah enggak apa. Yang penting ojo kendor semangat berburunya…-admin-

foto lain pantau di sini : http://www.stangstir.com/galeri-foto/galeri-toyota-corona-rt40-1966-epin/