Begini Komentar Lewis ‘Corndog’ Cornish Terkait 76 Trial Game Ashpalt Championship Round 1..

lewis sempat burn out dadakan selepas lomba

Boyolali(ss)- Lewis ‘Corndog’ Cornish ikut gas pol 76 Trial Game Ashpalt(TGA)  Championship Round 1,  olahan Genta Auto & Sport pada sirkuit Gokart Boyolali Jumat Sabtu (22-23/2) lalu.

Pembalap spesialis supermoto asal United Kingdom tersebut berada satu team dengan  Djagung Racing Factory asal  Malang. Sehingga dia ada di paddock Daniel Tangka, dan Raffi Tangka, crosser asal Malang.  

“Awalnya kami bersua di FIM Asia Supermoto. Lewis ikut, dan anak saya Raffi ikut. Kami bersebelahan paddock, jadi kenal dekat. Dia main ke Malang  ke tempat saya, dan dia stay di Malang. Katanya orang Indonesia itu ramah. Kebetulan ayah dia kelola label aftermarket Tekmo. Nah label itu ikut support motor kami,” papar Daniel Tangka sambil nunjukin peranti swingarm aftermarket berlabel Tekmo.

Lewis dengan DJagung Factory

Terkait hadirnya Lewis di TGA round 1 Boyolali, karena Lewis memang ingin ikut. “Kali ini dia ingin ikut , dan gabung dengan team saya,” lanjut Daniel sambil ngelirik Lewis.

Sedikit melirik kebelakang, Lewis ‘Corndog’  Cornish yang juga brand ambassador Tekmo itu punya catatan,  pernah gas pol di Solo. Tepatnya di tahun Oktober 2017 silam. Saat FIM Asia Supermoto sempat digeber di Sentra Niaga The Park Mall Solo Baru.

Saat itu di International Open Class, si bule Lewis langsung gas pol dan raih podium 1. Padahal karakter lokasi sirkuit adalah paving blok dan ada sedikit bumbu handicap tanah.

sempat jatuh ..tapi gas lagi

Lantas dari data yang ada, di tahun lalu (2018) Lewis juga pernah ikutan di Trial Game Asphalt (TGA) round pamungkas atau penutup yang digelar pada sirkuit Kanjuruhan Malang. Saat itu dia bersama beberapa pembalap impor supermoto lainnya yang memang didatangkan untuk meriahkan TGA.

Nah di round awal TGA Boyolali, Lewis yang gas pol dengan Husqvarna FC 450 nembus podium 1 kelas FFA450. Konon motor tersebut standar, hanya ganti ban dan pelek aja buat digeber di lintasan aspal.

Itu di FFA 450, di kelas FFA250 yang merupakan kelas utama, pada moto 1, Lewis sempat jatuh bangun saat berada di belakang Ivan Harry Nugroho. Tepatnya di tikungan jelang finish. Posisinya membuatnya ‘sedikit’ tercecer di belakang dari 5 besar pesaingnya.

Nah di moto 2 (malam hari) ini yang seru, mulai lap awal sampai lap akhir, formasi posisi pembalap tak berubah, atau konsisten. Posisi terdepan adalah Farudila Adam, diikuti dekat oleh Tommy Salim, lalu Doni tata dan Lewis Cornish. Terlihat di di beberapa celah tikungan mereka berempat ini mencoba saling over taking posisi depannya. Namun tak berhasil.

strategi nge-mix ini…

Terkait kompetisi saat itu, Lewis punya komentar yang blak-blakan. Bahwa menurutnya TGA ‘it’s not real supermoto’ sebab tak ada offroad section atau handicap tanahnya.. “Saya hanya berusaha fokus dan mencoba balap dengan kenyataan yang ada,” aku Lewis.

Katanya lagi, tak adanya  offroad section  bukan masalah buatnya, namun Lewis tetap mengkritisi  bahwa karakter begitu cenderung ke roadrace. “Bila ada offroad section persaingan akan berbeda dan seru,” yakin Lewis.

Soal strategi yang digunakan saat melibas handicap TGA, Lewis mengaku hanya mencoba untuk me-mix gaya riding dengan kondisi sirkuit. “Saya hanya try untuk me-mix. Bila saya lihat pembalap roadrace  fastest di tikungan dengan gaya knee down, saya ikuti itu. Pun bila berada di slow corner dan akan fastets bila menggunakan motocross style,”tutup Lewis. -admin/foto @maximoscdak-