Suguhan Bebek Goreng BuBibit, Bukan Bebek Biasa Bro, Tapi Luar Biasa, Cobain Dah…

Solo(ss)-Eh sudah weekend lagi bro. Wah saatnya jelajah jalan, icip-icip kuliner. Ehm kali ini kog jadi kepikiran  menu bebek ya. Wes yuk cobain aja dah.

dulu kaki lima sekarang punya lokasi permanen

Kebetulan pula nih, kami punya narasumber terkait dunia otomotif itu buanyak. Dan buanyak pula yang punya bisnis usaha kuliner.

Salahsatunya sosok penyuka trail vintage yang motor langkanya Yamaha IT465 pernah diulas di web kami ini. Inget ya, namanya Ari Purnomo yang kondang dipanggil Gembur. Nah dia ini ternyata pengelola warung makan bebek, berlabel Bebek Goreng BuBibit.

baca juga Begini Cara Gembur, Penikmat Vintage, Terhadap Enduro Trail Yamaha IT465 Miliknya…

Begini Cara Gembur, Penikmat Vintage, Terhadap Enduro Trail Yamaha IT465 Miliknya…

tuh yang ngintip si gembur, pengelolanya

Lokasi warung atau gerai kulinernya berada di jalan letjen Suprapto Sumber Solo, tepat Gedung Graha Saba Buana ke utara sebelum lampu merah, kiri jalan. Tak jauh dengan kediaman Pakdhe Jokowi yang juga doyan riding pake motor itu.

Doi yang goreng bro,

Namun kita bukan omongin soal itu ya, yang mau diulas terkait kwek kwek Bebek Goreng BuBibit itulah. Karena usung nama bebek, pasti kebayang menu andalannya bebek goreng dan bakar. Padahal enggak cuma itu, banyak juga menu lainnya, Seperti ayam bakar dan goreng, ikan nila, lele dan buanyak lagi.

Sedikit melirik kebelakang, banyak cerita mengenai Bebek Goreng BuBibit ini.

ini yang goreng
ini yang bakar, pilih mana

“Kami rintis sejak 2004 silam. Saat itu dimulai dari kaki lima. Setelah sekitar 4 tahun setelah dirintis itu, barulah kami punya tempat sendiri dan permanen,” bangga Gembur, saat dijumpai di warungnya.

Gembur lalu memaparkan. Usaha tersebut dimulai dari Ibunya. “Nah nama Bibit itu nama almarhum ayah saya. Pada perkembangannya saat ini Saya dan istri saya Tina yang kelola warung ini. Adik saya yang mengelola dapur, atau menyediakan bahannya. Di sini tinggal menggoreng dan menyajikan,” ujar dia.

sajiannya khas, selain bebek ada ayam dan ikan

Bila melihat sajiannya, bisa dibilang sangat khas. Secara singkat, bebek, ayam, ikan atau bahan sajian diolah dengan resep andalan. Selanjutnya ya disajikan bersama nasi uduk dan trancam. Itu tuh semacam lalapan lah.

Yang unik, nasi nya buakn ansi putih baisa. Tapi nasi uduk yang dihidangkan dalam termos, bukan dalam bakul atau ceting. Alasan Gembur biar nasi uduk tetap hangat.

Ah nyatanya gitu bro. Lantas sambel nya cukup sambel bawang. Inipun ada alasannya. “Sambal bawang itu suguhan kami dari dulu. Jadi tak ada sambal lain. Misal mau pakai sambel terasi, atau sambal lainnya  maaf enggak ada. Trade mark kami ya pake sambel bawang,” bilang Gembur yakin.

menunya di dinding

Nah ini belum kelar. Perlu tau warung BuBibit, memang buat makan. Bukan buat berswafoto, atau istilah anak milenial itu instagramble. Di situ tak ada daftar menu. Dinding ruangan warung atau gerai banyak kosongnya. yang ada malah foto Gembur dan adiknya saat dia bocah dulu. Serta daftar menu yang terpampang di tembok ruangan dengan jelas dan besar. Pun beserta harga menu yang terjangkau.

“Sesuai pasar yang saya bidik,” potong Gembur yang mengoleksi beberapa unit trail jadul di rumahnya.

Oya, di warung Bebek Goreng BuBibit walau terdiri dari 2 lantai, kita duduk makan dengan lesehan. Ada sih meja dan kursi buat yang ingin makan sambil duduk. Tapi enggak banyak. Sehingga di situ sangat santai.

Pun sistem makannya, ah lebih enjoy pakai tangan. Soalnya di meja tak terlihat wadah sendok garpu. Walaupun komponen buat makan itu ada,bila diminta. hehehe. Asik tenan.

menu lengkap dengan harga ada di dinding

Nah kalau omong soal rasa, Wow, jos tenan bro. Bebek goreng yang kami coba benar-benar nikmat. Dagingnya empuk, bumbunya berasa bingits. Enggak ada bau-bau aneh di bebek yang dihidangkan. Ini karena bebek pilihan yang digunakan, yang memang dijaga kwalitasnya. Idem dengan ayam goreng kampung yang kami coba. Wuenak tenan..

Tak heran karena rasanya khas dan nikmat, warung Bebek BuBibit yang buak muali jam 10 pagi sampai jam 22 malam selalu ramai pengunjung. Serta punya pelanggan khusus. Kabarnya nih, karena dekat dengan rumah Pakdhe, terkadang warung BuBibit jadi rujukan ‘mereka’ yang saat itu bertugas menjaga lingkungan rumah Pakdhe.

maka stok sajian hari itu ya sering ludes. “Kebanyakan bahan yang kami sajikan dalam sehari itu habis terjual,” tutup Gembur.

Wes ndang mampir dan parkirkan motor atau mobilmu, cobain deh, timbang penasaran. -admin-