Kenalkan Titik Sandhora, Konon kembarannya Sampai 5 Di Tanah Air

Solo(ss)-Sebelumnya pernah baca kan, Nissan Patrol eks KTT Nonblok yang sebelumnya tampil di web ini. Nah itu salah satu koleksi Hartono Sri Rahadjo. Namun wiraswasatawan perikanan ini ternyata juga memiliki koleksi lain.

baca Nissan Patrol 4WD Hi Roof 1992, Dimiliki Karena ‘Khusus’ Dan Build Up

si titik nih…mulus ya

“Namanya Titik Sandhora. Karena enak aja bila nama itu disebut.  Dulu saya penggemarnya,” buka Hartono  warga Solo Baru, owner Peugeot 504 kelahiran 1970 berbaju merah bata (teracota).

Yup, Titik Sandhora itu adalah nama penyanyi cantik era jadul. Bila tanya ke  mbah gogel, dia itu istri dari Muchsin Alatas, Juga penyanyi tempo dulu.  Nah nama Titik lah yang diberikan buat Peugeot 504 yang tergolong rare item. La kalau dikasih nama Muchsin, Malah gimana gitu.. benar kan.

ini ciri pembedanya

Namun begitu, konon Titik punya kembaran lho, atau unit yang punya ciri khas sama, dan jumlahnya tak sampai 5 unit saja di tanah air.

Ah apa ia?. Monggo diamati keseluruhan bodi sedan yang menggunakan dapur pacu 4 silinder 2000cc tersebut. Sepintas tak ada beda dengan unit Peugeot 504 lainnya. tapi kalau intip atapnya, eng ing eng, baru deh beda. Sehingga Titik memang lebih klasik, elegan dan lebih cantik lah gitu..Ah ngebayangin wajah bu Titik.muda, yang ada andeng-andengnya di wajahnya. Wow..Beda dengan lainnya.

ini pembedanya, si titik atapnya bolong, sehingga papi bisa difoto kek gini…mantaps

Perbedaaannya, nih tak kasih tau ya. Di tubuh titik utamanya bagian atap, ada sunroof manual, atau sunroof geser bawaan bukan hasil modifikasi. Yang kedua amati kaca pintu depan samping, pintu depan  kiri kanan. Di situ tertanam kaca segitiga sebagai jalur angin masuk ke kabin pengemudi, saat kaca pintu diturunkan. Nah ini pun diklaim komponen bawaan mobil dari lahir bos. Bukan hasil modifan.

“Betul itu bawaan mobil tersebut. Itulah keistimewaan Peugeot milik Pak Hartono. Sepengetahuan saya, itu cuma ada 4 unit di Indonesia,” klaim Karmen rekan Hartono, yang fasih mobil-mobil tua termasuk Peugeot

stirnnya,sama, tapi beda, nah lo…bingung bingung dah kamu…hahaha

Karmen yang juga ikut menyarankan warna merah bata mobil tersebut lantas menerangkan, bahwa memang ada unit 504 yang beratap bolong begitu.

“Satu lagi pembedanya adalah di stirnya. Walau sama-sama berbahan gading ada tombolnya mirip tombol shifter di kiri kanan, itu klakson. Lantas dop rodanya itu aslinya cuma yang di tengah. Ini dapat versi aftermarket Eropa,” yakin Karmen koordinator komunitas Mobil Antik Surakarta (MAS).

wheel dop versi after market

Dimana, Hartono juga  tergabung di MAS, dan dia mengaku memililki sekitar total 6 unit Peugeot. “Totalnya segitu tapi bahan kabeh,” senyum Hartono yang biasa dipanggil Papi.

dari belakang bahenol ya

Sedikit lihat ke belakang, Titik Sandhora diperoleh Hartono dari rekannya yang bernama Andi dari Jogja. Ceritanya panjang sih, nyinggung ‘totoan ‘ balapan dengan Kijang segala.

“Peugeot ini dulu milik Andi. Saya beli lalu dibangun total. Bangunnya itu sekitar 2 tahun. Ngecatnya di Klaten,” lanjut Papi.

Singkatnya, si Titik makin sip di tangan Papi. Ngomong-ngomong, si Titik akan tetap menjadi salah satu koleksinya. maksudnya enggak akan dipindah tangan alias dijual. Ya maklumlah langka. -admin-