Bengkel Seribu Pohon, Jago Modifikasi Jip, Jago Juga Restorasi Dan Modifikasi Rumah Jawa Lawasan..

nih contoh garapan seribu pohon..amati tiangnya jati tuh.-ist-

Jogja(ss)-Di kalangan pengemar jip, pun pelaku offroad  nama Bengkel Seribu Pohon di jalan Karangnongko 93, Ring road Selatan bantul Jogjakarta dikenal dengan bengkel modifikasi jip. Baik untuk offroad, maupun onroad. Gampangnya you mau order modifikasi jip 4×4 yang kayak apa deh, bengkel yang digawangi oleh Rajendra Haryo Tejo ini siap hadirkan jip 4×4 tangguh sesuai kebutuhan.

Nah kabar asik nih, belakangan bengkel ini juga memodifikasi rumah. Yak benar rumah, rumah yang dimaksud itu bukan biasa.Namun rumah kayu, atau rumah Jawa lawasan seperti joglo, limasan atau sejenis itu.  Konon sih  karena order bangun jip rada sepi.

dinding rumah lawasan nih..bagus yo

“Kebetulan saya juga hobi ngebangun rumah jawa lawasan seperti joglo, limasan dari bahan kayu jati. Buat saya  menarik sekali, apalagi setelah saya amati rumah bangunan kayu begitu sudah ada sejak jaman candi. Ini saya ketahui karena pada beberapa candi yang telah saya amati, di situ ada umpak batu pondasi untuk kayu dan bentuknya menyerupai pondasi joglo dan pondasi limasan. Itu saya lihat di pendopo Ratu Boko, Plaosan dan sebagainya. Padahal rata-rata candi itu dibangun  abad 8. Jadi rumah kayu itu sudah ada lama,” yakin Dido sapaan Rajendra Haryo Tejo, yang memang suka banget dengan arsitektur sejarah seperti candi.

Dido lalu berceloteh lagi, ketertarikannya sangat tinggi pada unit rumah jawa, yang akhirnya menyeretnya untuk mengoleksi rumah lawasan begitu. Seperti dirumahnya, dia mengoleksi 7 unit rumah lawas.

mana ada ornamen plafon rumah biasa yang kek gini, adem tenan

Masih katanya, ada beberapa kelebihan dari rumah Jawa lawasan tua begitu. “Sebagai sebuah investasi sangat bisa dan menguntungkan. Dia bisa bongkar pasang, dipindah-pindah dan punya keunikan bentuk masing-masing. Misal rumah joglo di wonosari, akan beda bentukya dengan yang di Jepara. Lantas bilapun tak dibangun lagi, kayunya yang kayu jati itu bisa djual. Coba kalau tembok, apa bisa dijual,” senyum Dido. “Selain itu struktur rumah kayu  begitu fleksibel, tahan gempa, nyaman bila dihuni,” lanjut pria yang juga tergabung di J-Adventure. Adem, begitu yo..

disesuaikan dengan lahan

Singkat cerita nih, karena Dido paham banget rumah jawa begitu, akhirnya menimbulkan ketertarikan orang. Sehingga, ujungnya Dido menerima order dari beberapa rekannya offroader ngebangun rumah jawa lawasan begitu. Dan itu total lho. Dimulai dari mencari unitnya,  dengan berburu ke berbagai tempat dan selanjutnya membongkar, serta merekontruksi termasuk memodifikasi kembali.

“Ya mirip membangun jip nih. Modifikasi diperlukan. Misalnya rumahnya besar, dan lahan barunya lebih kecil. Nah ini perlu dimodifikasi. Bahan kayu rumah itu mesti disesuaikan dengan lahan yang ada, begitu pula dengan tinggi atapnya dan sebagainya. Saat proses itu harus menghitung ulang , ya macam ngitung final gir dah. Mudah karena ukurannya biasanya tak presisi karena usainya kan tua. Seperti yang biasa saya cari usianya diatas 60 tahunan,” ungkap Dido yang punya team khusus saat merestorasi rumah lawas.

Seperti ngebangun jip juga, tantangannya juga ada nih salah satunya yang krusial adalah biaya. Namun itu bisa dibicarakan secara detil. Ya kayak bangun jip offroad lah, kan ada yang ngemodif sampai Rp 150 jutaan, tapi ada juga kan yang ngebangun sampai Rp 300 jutaan lebih. Nah mirip-mirip lah kalau bangun rumah lawasan.

Nah kalau anda minat nih, ngebangun jip offroad atau ingin halaman anda diisi rumah Jawa lawasan monggo deh ngobrol-ngobrol dengan Dido. Terkait bentuknya, sampai soal biayanya. Nih catat nomor hapenya 085868004409…-moen/dokdido-

 

 

.