Mahesa Nusantara, Mei 2018 Diharapkan Sudah Mulai Di Produksi …

salahsatu prototipe mahesa nusantara..

Solo(SS)-Keberadaan prototype Moda Angkutan Hemat Desa, atau Mahesa Nusantara yang dipelopori Oleh Sukiat dari Kiat Motor Klaten sudah diulas oleh beberapa media cetak, online, dan sebagainya.

ada 3 prototipe

Namun demikian, melihat memantau langsung prototipe kendaraan yang digadang-gadang akan ikut berperan dalam kegiatan perekomonian pedesaan itu, diperlukan untuk memupus rasa penasaran. Sekaligus bisa tahu spesifikasi bentuk pun detil dari kendaraan yang konon dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pedesaan tersebut.

Seperti diberitakan beberapa media itu, ada 3 unit prototipe Mahesa yang telah dibuat oleh Sukiat dari Kiat Motor sebagai inisiator Mahesa. Yakni model flat dek berwana putih, lalu pikap dengan model bukaan bak belakang three way yang berwarna merah, serta satu lagi model dobel kabin yang dicat kuning pisang.

Menurut Sukiat, kehadiran prototype ini untuk menggantikan fungsi grandong. Itu lho unit kendaraan yang bisa ditemui sliwar-sliwer di jalanan desa sebagai unit mobil selep padi. “Benar, saya terjemahkan dari grandong,” bilang Sukiat ketika dijumpai Selasa (7/11) di bengkelnya Kiat Motor di jalan raya Jogja Solo, Ngaran, Klaten.

Sukiat, inspirasi grandong

Bila melihat langsung, bisa dibilang Mahesa memang betul disiapkan multi fungsi. Maksudnya bisa dipakai buat penumpang, loading barang dan sebagainya. Mesinnya sendiri diesel 1 silinder 650cc. Dari info yang didapat, itu mesin traktor Quick. Posisi mesin tersebut di belakang. Dan langsung terkoneksi roda belakang. Kontruksi begini membuat tenaga mesin langsung tersalur ke roda belakang. Sepertinya supaya lebih bertenaga,  pun siap digunakan buat fungsi lain.

Fungsi lain maksudnya,bagian belakang mesin dilengkapi komponen power take off (pto), yakni dikaitkan dengan propeller shaft yang bisa digunakan untuk dikoneksikan dengan peralatan petani diantaranya mesin pompa air, mesin genset, dan sejenisnya. Oya lingkar roda Mahesa itu berukuran R13.

mesinnya disel 650 cc dibelakang
siap dikoneksikan dengan berbagai peralatan

Bila melongok ke interior salah satu model, yaitu dobel kabin. Model ini bisa dimuati 5 penumpang. Dek kabin belakang driver itu bisa dilipat termasuk jok belakangnya. Sehingga bisa dimasuki barang. Oh ya jok nya sama dengan 2 model lainnya. Yaitu menyatu enggak pisah dan bisa disetel sandarannya jadi kalau duduk enggak terlalu tegak. Satu lagi yang menarik ada komponen sabuk pengaman, komponen tersebut terpasang baik di jok depan pun jok belakang..

bisa dilipat

Berapa harganya nanti ya?. “Harganya itu nanti Rp 50 juta yang flatdeck, Rp 60 juta yang pickup dan Rp 70  juta yang dobel kabin. Saya berharap Mei sudah dimulai di produksi, dan Agustus mungkin sudah bisa mulai dipasarkan,” ujar Kiat sembari menambahkan, bahwa proses tersebut bisa berjalan bila sudah melalui rentetan proses regulasi. Seperti izin  produksi, uji emisi, proses kelaikan jalan dan lainnya.

Berdasar infonya pula, komponen Mahesa disupplay oleh industri lokal menengah yang berada di wilayah Jogjakarta, dan beberapa di Jawa Tengah diantaranya Solo, Klaten, Ungaran, Salatiga dan lainnya. “Total suplay chain sparepartnya itu ada sekitar 260-an,” lanjut dia. Monggo lihat spesifikasinya..

spek nya…

Kalau begitu sama-sama kita tunggu kehadiran Mahesa yang bukan lagi berupa prototipe, namun kendaraan pedesaan yang siap pakai. -dewa-