Suci Teguh, Mobil Tua Amerika Itu Nilai Investasinya Tinggi…

nilai investasinya tinggi...

Jogjakarta-Tahu kan gerai kopi, Kopine Mbah Doekeoh di jalan Selokan Mataram, Kutu raden, Sinduadi Sleman, atau dekat jalan Magelang,  yang  suguhkan wedang kopi yang nikmat itu.b  Nah ini dia ownernya Suci Teguh. Mas Suci sapaannya bukan hanya bertangan dingin merintis usaha kuliner. Namun dia ini tokoh. Tokoh pengkoleksi mobil kuno.

Yap betul. Satu contoh di halaman gerai kopinnya yang launch Awal juli 2017 silam, tampak 2 unit mobil klasik Dodge Deluxe 1948 dan Ford Fairlane 1958 seolah menyambut kedatangan tamu.

koleksinya dipajang depan gerai kopinya…

Buat tahu unit mobil klasik itu, koleksi Mas Suci. Dia ini seorang senior di PPMKI DIY dan suka koleksi barang antik dan unik. Usah bingung nuansa begitu terbawa ke Kopine Mbah Doekoeh. Artinya tak hanya mobil klasik yang ada di situ, tampak pula motor Ducati Luxor yang diparkir di selasar gerai. Ada pula beberapa unit becak. Sepeda Simplex. Radio tua, mesin potong kertas tua yang tertata di beberapa sudut gerai kopi ini.

Perabot meja dan kursi yang tertata pun demikian. Tak ada kursi plastik bos. Yang ada meja kursi kayu lawas. Bahkan ada pula meja yang terbuat dari pintu rumah diletakkan sedemikian rupa. Ada pula kursi yang di tata dari bemper mobil kuno.  Ada pula dop mobil yang digantung, lukisan mobil klasik dan lainnya. Itu baru beberapa koleksinya yang tampak. Lainnya, katanya disimpan.

mulai suka mobil tua sejak usia 26 tahun

Yang menarik terkait koleksi mobilnya, adalah mobil antik khusus buatan Amerika. Ternyata itu ada alasannya. “Nilai investasinya lebih tinggi atau bagus dibanding yang lain. Buktinya kurun waktu 1 tahun misalnya untuk mobil tua buatan Jepang, peningkatan investasinya bila dijual lagi hanya di kisaran 20% sampai 30%. Beda dengan mobil kuno Amerika, kurun waktu setahun ada peningkatan 40% sampai 100%. Asalkan tahu dan paham kelas , tipenya juga serinya,” papar mas Suci yang sudah mencoba mengkoleksi mobil Jepang, eropa sampai Amerika.

“Contohnya Bel Air lansiran 1957. Di tahun 90-an silam, harga bahan dibawah bawah Rp 10 juta itu dongkrok. Bandingkan dengan harganya saat ini, kenaikannya gila,” yakinnya lagi.  Katanya lagi, untuk unit mobil Amerika merk tertentu, kondisi bahan, atau dongkrok tetap laku.

bukti dia punya banyak koleksi, sebagian dipajang di gerai kopinya…

Berkat banyak pengalamannya mengkoleksi mobil tua itu, pria berusia 50 tahun ini sering jadi rujukan mereka, baik pemula atau kolektor yang sedang membutuhkan informasi terkait mobil tua. Bahkan tak hanya unitnya, namun juga harga sampai biaya restorasi.

“Soalnya pernah ada penipuan karena berdasar foto saja. Padahal unit mobilnya enggak ada. Akhirnya kolektor cari orang yang bisa dipercaya soal keberadaan mobil,” kata suami Endang lestari  itu.

motor antik juga ada…

Berdasar pengalamanya pula, Mas Suci pernah ikut membantu memberikan informasi. Seperti museum angkut di Malang. “Salahsatu manajernya pernah tanya ke saya, mobil apa saja yg layak pajang,” aku dia lagi.

Tak hanya mobil dan motor jadul, dia juga beragam merk radio jadul. Beberapa koleksinya pernah digunakan sebagai properti buat mobil manten, sampai syuting sinetron sampai film. Diantaranya Chevrolet bus keluaran 1928 yang bagian belakangnya dari  kayu,  pernah buat shooting WR Supratman tuh.

punya cita-cita terkait koleksinya

Dengan mengoleksi mobil, sampai perabot tua itu sebuah kebahagian didapat. “Kedepan pengen pustaka buat antik, buat sarana pembelajaran bagi mereka yg belum mengenal barang-barang antik begitu,” tutup Mas Suci. –lina-