Kawasaki Ninja KR 150 2013, Serasa KXF2017…

Solo-Biasa nonton Trial Game, mungkin pernah lihat kuda besi Kawasaki Ninja KR 150 keluaran 2013 bernomor 194 yang gaspol di intasan kelas campuran open. Kuda besi itu milik Cahyo Utomo, crosser yang punya julukan Badak Terbang dari team UD. Lima Jaya Sin Jaya ORF. Lajang yang baru wisuda itu bilang bahwa ini motor yang siap buat kompetisi. “Khususnya di trial game. Karena trial game itu membutuhkan spek motor khusus. Tak hanya spek mesin yang ampuh, juga rangka dan kaki-kaki yang kuat,” celoteh Cahyo.

Singkatnya modifikasi pada Ninja Badak Terbang dibuat habis-habisan. Proses ini dilakukan di bengkel ORF milik Deny Orlando di Solo.  Sebagai juru modifnya tak lain adalah Kusyulianto, alias Londo. mekanik andalan ORF.

Menurut Londo, ada 3 poin penting yang dibuat untuk Ninja Cahyo. Pertama modifikasi rangka standar Ninja. Dimodifikasi dan diperkuat. “Subframe di custom. Lalu bagian komstir diperkuat,” yakin Londo. Katanya pula rangkaian sasis itu dibuat pas untuk membenamkan bodi set KXF 2017.

Poin lanjutnya, kaki-kaki. Dibuat jenjang dengan memasang full set komponen Kawasaki KXF 2015 Mulai dari monosok Showa, komponen tromol dan rem.  “Sokbreker depan dicomot dari KXF 2017, soalnya lebih empuk meredam ajrutan dan cocok buat kompetisi di trial game,” sela Londo. Untuk ban depan DUNLOP GEOMAX tipe MX 52 ukuran 80/100 R21. Memeluk pelek Excel Takasago 1.60×21. Yang belakang pakai Dunlop Geoamax MX52 100/90 R19. Peleknya Excel Takasago 1.85×19

Satu poin lagi sektor dapur pacu nih. Bagian ini juga menuntut oprekan lebih. Menurut Londo, disesuaikan gaya Cahyo gas pol di lintasan. “Piston standar. Silinder standar cuma porting polish. Dikorek tidak terlalu ekstrim. Tinggi lubang buang 31mm diukur dari atas, dan diperlebar 1mm kiri kanan.Sedangkan lubang transfer juga dinaikan 1mm dari standar,” bebernya. “Untuk sedikit  menambah kompresi, silinder cop dibubut 1 mm tetap pakai nat. Lalu kruk as diadopsi dari Ninja versi thailand, yang sudah dilengkapi dengan servico untuk memadatkan kompresi primernya,” lanjut Londo.

Selain itu bearingnya dipakai bearing set high speed Faito dan sektor rasio diracik ulang. Segi pengapian diadopsi dari Yamaha YZ125 set dipadukan dengan busi NGK Iridium. “Pokoknya naik ini serasa gas pol dengan KXF beneran yang ringan, namun mesinnya Ninja,” tutup cahyo Utomo bangga.   –dewa-

-spek-rangka:custom-subframe:custom-body set:KXF 2017- sokbreker depan:KXF2017-piston:standar-Kruk.as:Ninja versi Thailand-pengapian:Yamaha YZ125 set-ban depan:Dunlop Geomax MX 52 80/100 R21- velg:Takasago 1.60×21-Ban belakang Dunlop Geomax tipe MX52 100/90 R19-velg:Excel Takasago 1.85×19-