Palsu Tapi Klasik, Apakah Jadi Lebih Mahal?

jadi tua, bisa lebih mahal?

Kartasura-Lihat bro, foto yang tampak ini seperti Honda C70. Itu palsu bro, maksudnya bukan Honda C70 klasik, atau asli. “Ini Honda Grand tahun 1995 yang dimodifikasi menjadi  Honda C70,” tukas Afif Ramadhan, pemilik toko asesoris Berkah Jaya di Kartasura.

mesin grand sudah 4 speed

Afif yakin, tren memodifikasi tampilan motor bebek palsu, alias cub tua macam C70 masih digandrungi di daerah. Salah satunya di daerah Boyolali, Klaten, Solo dan beberapa kota lain di Jawa Tengah. Indikasinya, asesoris penunjangnya menjadi Honda C70 masih laris di tokonya. “Dari pada asesoris Honda CB. Dantaranya stang set. Panel dasi bawah stang, panel tutup aki,  jok, spatbor belakang, knalpot,” yakin dia.

batok c70 klasik

Ditengarai karena tampilannya menjadi klasik, maka disukai.Proses modifnya gampang. Cukup menebus komponen asesoris yang dibutuhkan, mencopot panel-panel yang terpasang di motor Grand. Dan memasang komponen penunjang tampilan Honda C70 itu. “Ketika pasang yang diperhatikan adalah pada proses mengelas spatbor belakang, harus pas dengan lekukan ban lingkar roda belakang. Begitu juga ketika memasang batok stang, mesti pas jangan terlalu tinggi,” beber Afif ungkap triknya. Spatbor depan C70 tampak tak dipasang. “Itu karena sokbrekernya teleskopik bukan model trail link seperti C70,” lanjut dia.

spatbor pasangnya mesti pas

Lalu ketika proses itu sukses dan Honda Grand tampil lebih tua dengan cat mengkilap, apakah bila dijual, modifikasi begitu mendongkrak harga jual motornya?. “Bisa saja. Yang jelas karena masuk kategori hobi, biasanya yang suka adalah pehobi bro. Yang pasti asesoris yang terpasang pengaruhi harga jual. Harganya fantastis ada yang sampai Rp 9 jutaan bahkan lebih,” yakin dia.

sokbreker depan teleskopik

Afif memberikan estimasi kisaran kasar. Harga motkas Honda Grand yang berada di angka Rp 3 jutaan bila dimodifikasi menjadi C70 dengan gelontoran dana sekitar Rp 2 jutaan. Mungkin akan menyentuh harga sampai Rp 8 jutaan, untung donk bro. Tapi itu tergantung dari asesoris yang dipasang, tampilan motornya. Termasuk surat-suratnya. “Apakah sesuai, lengkap, pajaknya on. Juga tergantung peminatnya. Bila dia senang akan dibeli. Namanya juga motor hobi,” tutup Afif.  Nah terserah kamu bro. -Lina-