Kicktengfest#4, Ini Bintangnya, Spiderman dan Pak Lurah…

spiderman jowo kejar musuh di sebrang lintasan..gaassss

Solo,stangstir.com-Spiderman yang superhero itu manusia biasa. Kalau enggak patroli. doi galau berat. Maklum biasa basmi kejahatan. Nah kalau kejahatan sudah reda atau aman, dia nganggur. Ketimbang galau nganggur, dia hadir di Kicktengfest#4 bor.  Di situ Spiderman Jowo ini enggak cuma nonton, malah ikut gas pol ngelumpur.

gayanya tengil banget…
ngobrol dengan peserta lain..”gimana tampilan saya bor,”

Sayang jejak riwayat Spiderman Jowo ini gampang ditelisik, walaupun pakai masker atau topeng. Dia bukan Peter Parker. Lha ini kan Spiderman Jowo, yang datang dari  Boja Kendal. Namanya adalah Ardian Mahera. Berusia 25 tahun, tergabung di komunitas O2 Gidru Garage, Boja Kendal. “Sehari-hari dia kerja di bank mandiri,” ujar Galih, rekannya di  O2 Gidru Garage, yang buka kedok  Spiderman Jowo.

buka topeng bor, pengap sih kena air..hahaha

Yang pasti penampilan Ardian Spiderman Jowo yang pecicilan dapat respon luar biasa dari penonton dan peserta lain. Bikin ketawa ngakak. Apalagi ketika turun gelanggang naik Honda Tiger, kepiawaian mainin jaring spider loncat sana-sini, wah enggak fungsi di Kicktengfest#4. Yang ada dia sempat jatuh bangun. Termasuk cicipin kopi susu lumpur juga. Mungkin saking pengap maskernya akibat basah kena lumpur, di saat race dia sampai buka tuh maskernya. Hihihi rasain..

Lain Spiderman lain lagi Hardian Asfar yang tampil ‘nyetil’ ala mau jagong manten. Pria brewokan yang selalu dipanggil Pak Lurah ini pakai setelan jas komplit. Ya kaya bapakmu kalau mau pergi jagong temanten itu lho bor. “Ini jas memang koleksi pribadi dan saya buat jagong manten atau acara resmi,” kata Aan panggilannya, dengan mimik muka serius.

pak lurah kampung KGB…nggak takut ngelumpur..

Aan si lurah gadungan memang tampak serius. Tapi kalau sudah ngobrol banyak yang ada malah bikin ketawa. Pria berusia 29 tahun dan suka gojek (bercanda.red) datang dengan KGB asal Salatiga. Sepertinya suka tampil nyentrik. Di kicktengfest tahun lalu (2016), satu-satunya yang turun gelanggang dengan baju batik rapi.  Kali ini pakai stelan jas bor dan geber Suzuki Smash custom,  smashdown.

pake jas lengkap dasi..tetap aja dipanggil lurah..duh dek…

“Pakai setelan jas begini biar enggak dipanggil pak Lurah. Tapi kenapa tetap saja dipanggil Pak Lurah, hadeh capek,” katanya sambil geleng kepala. Mungkin mimik wajah seriusmu memang pantas jadi Lurah bor.

Berkat keanehan keduanya, mereka dapat apresiasi khusus dari panitia KTMC. Horee.-moen-